Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang) akan mengembangkan kampus berbasis pesantren.
Hal itu sebagai langkah menyikapi instruksi Kementerian Agama RI akan pentingnya perguruan tinggi melakukan pengembangan.
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menerangkan bahwa masyarakat saat ini butuh pendidikan relevan dengan kebutuhan zaman. Dia menilai kampus yang terintegrasi dengan pesantren ini sebagai jawabannya.
Melihat peluang tersebut, Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah (IAI DALWA) Bangil Pasuruan yang dipimpin Dr. Segaf Baharun, M.H.I melakukan kerjasama dengan UIN Maliki Malang di bidang pendidikan, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan SDM, pemagangan mahasiswa, pembinaan prodi S1, S2, S3, dan PPG. “Tidak hanya itu, kerjasama ini juga menyangkut soal penyelenggaraan kegiatan ilmiah juga,” papar Prof Zainuddin.
Rektor UIN Maliki Malang menilai bahwa IAI Dalwa telah memiliki kemandirian yang kuat dengan ditopang berbagai macam anak usaha untuk menopang perekonomian. Dalwa sudah menyongsong masa depan yang jauh lebih maju dan mandiri tanpa menghilangkan budaya pesantrennya. “Ini kalau di PTN bisa dikatakan sebagai kampus berbadan hukum atau PTNBH,” terang Rektor UIN.
Dia menilai perguruan tinggi saat ini harus cepat mengadopsi perkembangan teknologi. “Banyak hal yang dibawa tapi juga banyak memberikan manfaat juga bagi siapapun yang mau cermat dan jeli dalam mengambil hikmahnya,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”uin-maliki-malang”]
Prof Zainuddin berharap kerjasama tersebut bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi kedua belah pihak. “Saya senang sekali atas jalinan kerjasama ini, dan semoga UIN Maliki Malang juga bisa belajar membangun ekonomi mandiri menuju PTNBH, dan IAI Dalwa dalam upayanya beralih menjadi universitas bisa segera terwujud,” pungkasnya.
Rombongan dari UIN Maliki Malang disambut oleh Direktur Pascasarjana IAI Dalwa, Dr. al-Habib Zainal Abidin, M.Pd. Kunjungan tersebut diawali dengan acara FGD yang mengusung tentang tajuk pengembangan kerjasama, akademik, riset dan SDM perguruan tinggi berbasis pesantren. (ted)






