Lamongan (beritajatim.com) – Pasca Lebaran Idul Fitri 1442 H hingga kini, Rabu (19/5/2021), aktifitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong Lamongan masih relatif sepi, karena beberapa kapal nelayan belum berangkat melaut.
Kepala UPT TPI Brondong, Bambang Tri S, S.Pi, mengakui bahwa aktifitas di TPI Brondong belum kembali normal dalam sepekan pasca Lebaran, lantaran kapal nelayan belum sepenuhnya melaut.
“Sebagian nelayan sudah berangkat sejak hari Senin lalu, mungkin sekitar satu minggu ke depan, aktifitas akan kembali normal seperti biasanya,” ungkap Bambang.
Bambang juga menambahkan, bahwa lantaran belum normalnya aktifitas kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, saat ini pasokan ikan di TPI masih sedikit.
“Pasokan juga belum normal, karena biasanya pedagang masih menunggu ikan hasil tangkap nelayan. Bongkar muat ikan pun biasanya dilakukan 9 hari sampai 11 hari setelah nelayan berangkat melaut,” imbuhnya.
Sementara itu, Naim, Pedagang Ikan di TPI Brondong yang berasal Desa Belimbing Kecamatan Paciran, mengatakan saat ini pasokan ikan memang sepi.
“Hari ini, beberapa kapal nelayan sudah mulai ngisi es untuk persediaan berlayar. Tapi aktifitas penjualan ikan di TPI belum normal, pasokan masih sepi,” ujar Naim.
Pasokan ikan di TPI pasca Lebaran, lanjut Naim, kini mengalami kelangkaan, sehingga harga ikan juga diperkirakan ikut naik jika permintaan meningkat.
“Jika biasanya ikan banyak ditemui di TPI Brondong, kini relatif sulit dan hanya ada beberapa ikan saja dari TPI lawas hasil kapal nelayan kecil yang melaut harian. Beberapa ikan sulit dijumpai saat ini,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Diketahui, saat Ramadan kemarin Presiden Jokowi mengunjungi PPN dan TPI Brondong. Jokowi juga berdialog dengan para nelayan. Dari hasil dialog, ada 4 usulan nelayan yang disetujui oleh Jokowi untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Kementerian PUPR RI.
Dari hasil tersebut, Balai Bengawan Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo segera melakukan penanganan tentang permasalahan di PPN Brondong dan membahasnya bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengenai survey, desain, hingga RAB. [riq/but]







