Malang (beritajatim.com) – Masjid Al-Hikmah Universitas Negeri Malang (UM) resmi meluncurkan rangkaian kegiatan “Kemilau Ramadan” 1447 Hijriah untuk memperkuat karakter spiritual sivitas akademika. Program inovatif ini menghadirkan 15 agenda unggulan yang mengintegrasikan aspek ibadah, edukasi, hingga pemberdayaan sosial di lingkungan kampus.
Ketua Umum Pengelola Masjid Al-Hikmah UM, Prof. Dr. Yusuf Hanafi, menegaskan bahwa esensi utama dari seluruh kegiatan ini adalah transformasi diri menuju pribadi yang lebih berintegritas. Beliau menyebut momentum Ramadan sebagai madrasah penting bagi setiap individu untuk memperbaiki kualitas karakter secara mendalam.
“Inti dari Ramadan adalah pembentukan karakter. Bulan suci ini menjadi madrasah bagi setiap individu agar setelah melaluinya, kita semua mampu bertransformasi menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan berintegritas,” ungkap Prof. Yusuf pada Kamis (19/2/2026).
Wakil Ketua Umum Pengelola Masjid Al-Hikmah UM, Prof. Dr. Ahmad Taufiq, mengingatkan para mahasiswa agar tetap produktif dan tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Tantangan fisik selama menahan lapar dan haus harus dikelola dengan ritme belajar yang tetap disiplin serta terukur.
“Puasa melatih kita untuk menahan diri. Bagi mahasiswa, ini berarti harus mampu menahan rasa malas, melawan kantuk, dan mengendalikan hawa nafsu dalam proses menuntut ilmu. Produktivitas harus tetap terjaga,” tegas Prof. Taufiq.
Salah satu daya tarik utama adalah penyediaan sedikitnya 500 paket buka puasa gratis setiap hari yang diperuntukkan bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum. Panitia menerapkan sistem pembagian kupon menjelang waktu berbuka guna memastikan distribusi iftar berjalan tertib dan tepat sasaran.
Aspek intelektual turut diperkuat melalui Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Al-Qur’an yang bertujuan menggabungkan nilai-nilai religius dengan standar akademik global. Program ini didesain agar mahasiswa mampu menghasilkan karya yang berbobot secara ilmiah sekaligus memiliki kedalaman spiritual.
Jamaah juga dapat mengikuti program bimbingan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta berbagai kajian rutin yang dijadwalkan secara berkala. Seluruh rangkaian ibadah kolektif akan dimulai dari pelaksanaan Salat Tarawih berjamaah hingga puncaknya pada ibadah Salat Idulfitri 1447 Hijriah.
Prof. Yusuf mengajak seluruh warga kampus untuk menyambut bulan suci dengan penuh kegembiraan serta kesungguhan dalam menjalankan setiap aktivitas ibadah. Konsistensi dalam beribadah selama Ramadan diharapkan menjadi cerminan nyata dari kualitas ketakwaan yang bertahan lama bagi seluruh peserta.
“Ramadan adalah cermin ketakwaan kita. Konsistensi kita dalam beribadah di bulan ini akan merefleksikan jati diri kita yang sebenarnya,” tutup Prof. Taufiq. [dan/beq]






