Mojokerto (beritajatim.com) – Bintang Kurnia Purnomo Putri (13) merupakan salah satu siswa Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Mojokerto. Anak pertama dari dua bersaudara ini bersama 49 siswa lainnya akan belajar di Gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto.
Ia diantar kedua orang tuanya, Dony Hendro Purnowo (47) dan Apriliana (37) ke Gedung Diklat BKPSDM Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Kedua orang tuanya berharap sang putri krasan dan bisa mengikuti pendidikan di SR Kabupaten Mojokerto.
“Saya penerima PKH. Awalnya, pendamping PKH menyampaikan ke saya jika anak saya bisa diterima di Sekolah Rakyat. Saya sampaikan ke anaknya dan mau. Anak saya satu-satunya siswa di Kecamatan Bangsal yang masuk Sekolah Rakyat,” ungkapnya, Senin (14/7/2025).
Masih kata April, jika sang anak tidak pernah meninggalkan rumah meskipun liburan selalu di rumah. Sehingga ia berharap sang anak krasan dan bisa mengikuti kurikulum yang ada di SR, meski ia harus melepas sang putri untuk mengikuti SR. Menurutnya, sebelumnya sang anak akan mondok di Surabaya.
“Tidak pernah keluar rumah ya semoga krasan, kalau tidak di terima di Sekolah Rakyat, maunya mondok di Surabaya. Dia bilang mau di Sekolah Rakyat saja karena dekat dengan rumah. Sebelumnya, sudah dikasih tahu kalau dapat seragam dan sepatu sampai dalaman juga. Makannya tiga kali sehari,” katanya.
Ia mengaku tidak tahu berapa kali sekali dalam satu bulan sang putri bisa pulang ke rumah, namun hanya diminta membawa baju ganti untuk satu minggu kedepan. Sang putri pun meminta kedua orang tuanya bisa menjenguknya saat berada di asrama SR.
“Tidak tahu, hanya diminta bawa baju ganti untuk satu minggu. Mungkin setelah ini diberitahu karena ada pembekalan sebelum mengikuti pelajaran, katanya kurikulum di Sekolah Rakyat berbeda. Ya kamu berharap, lebih baik dan anak saya bisa krasan karena memang tidak pernah keluar rumah,” tegas warga Desa Pacing ini.
Sekedar diketahui, SR Kabupaten Mojokerto membuka dua rombongan belajar (rombel) dengan masing-masing rombel sebanyak 25 siswa. Ada 50 siswa yang terdaftar dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Mojokerto, sebanyak 22 siswa dan sebanyak 28 siswi. [tin/ted]






