Pamekasan (beritajatim.com) – Di tengah situasi sulit yang sedang dialami Madura United FC, khususnya dalam mengarungi ketatnya jadwal kompetisi Super League 2025-2026, muncul harapan baru dari sosok yang selama ini bekerja dalam senyap; Rakhmad Basuki.
Terlebih dalam beberapa pekan terakhir, Laskar Sape Kerrab tengah mengalami krisis akibat hasil minor dalam mengarungi ketatnya jadwal kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air. Namun krisis tersebut berangsur sirna seiring dengan lahirnya harapan baru yang membuka ruang bagi tim yang bermarkas di Pulau Garam Madura.
Sosok yang selama ini berada di balik layak, Rakhmad Basuki kembali mendapat sorotan sebagai figur kunci yang membawa angin perubahan bagi Madura United. Khususnya di tengah tekanan performa tim, sentuhan tangan dingin juru taktik yang familiar disapa Coach RB perlahan mulai terasa.
Dengan pendekatan yang lebih tenang dan pemahaman mendalam terhadap karakter pemain, ia mampu menghadirkan stabilitas yang sebelumnya sulit didapatkan. Tak heran, banyak pihak mulai menyebut kehadirannya sebagai “sentuhan ajaib” di masa sulit yang dialami tim kebanggaan suporter Madura Bersatu.
Bahkan dukungan terhadap Coach RB juga datang secara langsung dari Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi yang menilai juru taktik kelahiran Pamekasan, Madura, sebagai sosok yang sudah ditempa oleh waktu dengan pengalaman panjang sejak era Persepam hingga Madura United saat ini.
Selama 17 tahun, Rakhmad Basuki setia mendampingi tim dan belajar dari berbagai pelatih ternama, seperti Gomes Oliviera, Milomir Seslija, hingga Rahmad Darmawan. Proses panjang itu membentuknya menjadi pelatih dengan wawasan luas dan kemampuan adaptasi tinggi.
Meski demikian, satu hal yang tetap melekat adalah kerendahan hatinya. Bahkan ketika didorong untuk mengambil lisensi A Pro, ia memilih menunda dengan alasan sederhana. Sikap ini justru membuatnya semakin dihormati, baik oleh pemain maupun manajemen.
“Jangan terlalu memujinya, karena Coach RB tidak menyukai puja-puji. Sejak 2009 kami mengenalnya bersama pengurus Persepam, dari Divisi 2 hingga Super League, ia terus bersama kami sambil mengurus lisensi kepelatihan,” kata Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Senin (20/4/2026).
Bahkan AQ juga menyampaikan sejak lisensi C, B hingga lisensi A yang dimiliki Coach RB saat ini selalu bersama Madura United. “Jika mau jujur ilmunya sudah komplit, karena Coach RB sudah menjadi asisten pelatih sejak era Persepam hingga saat ini,” ungkapnya.
“Dari sejak Daniel Rukito, Mustaqim, Arcan Aurei, Gomes de Olievera, Milomir Saslija, Dejan Antonic, Rakhamd Darmawan, Fabio Lefundes, Mauricio Souza, Paulo Meneses, Alfredo Vera, hingga Carlos Periera,” imbuhnya.
Kondisi tersebut membuat sosok Rakhmad Basuki relatif kaya dengan beragam ilmu kepelatihan. “RB adalah asisten pelatih permanen yang tidak tergantikan, dan kerendahan hatinya membuat semua pelatih tidak ada yang keberatan, dan bahkan sangat menyukainya,” jelasnya.
“Menjadi asisten adalah membantu pelatih dan diam-diam mempelajarinya, tapi tahun ini apapun yang terjadi dengan Madura, ia tidak boleh lagi beralasan tidak enak. Inilah tipekal orang Madura; lihat, pelajari, tiru, terapkan dengan modifikasi akal yang dimilikinya. Selain istrinya, kami yang paling tahu kekurangan dan kelebihannya,” pungkasnya.
Di tengah krisis yang dialami Madura United, publik mulai percaya bahwa inilah momentum bagi Rakhmad Basuki untuk melangkah lebih jauh. Bukan lagi sekadar asisten, tetapi pemimpin yang mampu membawa Madura United keluar dari tekanan.
Harapan baru pun tumbuh. Di tangan sosok yang telah lama setia, Madura United bisa saja menemukan kembali jati dirinya. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil hasil dua kemenangan beruntun yang dipersembahkan bagi tim, yakni menang 2-1 dari Persik Kediri, serta menang 1-2 dari tuan rumah Persebaya Surabaya.
Selanjutnya ia harus kembali membuktikan diri melalui polesan ajaibnya ketika menjamu Dewa United FC pada pekan ke-29 Super League, di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Sabtu (25/4/2026) mendatang. [pin/but]






