Ringkasan Berita:
- Panitia Muktamar ke-35 NU memasang 400 unit CCTV di PPBU Tambakberas Jombang untuk mendukung sistem keamanan berbasis teknologi selama acara berlangsung.
- Sebanyak 200 ribu peserta dan tamu undangan diperkirakan hadir, sehingga pemantauan digital disiapkan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas di area pesantren.
- Pengamanan juga diperkuat dengan pengerahan 2.000 personel gabungan dari unsur pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, Polri, dan TNI.
Jombang (beritajatim.com) – Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan sistem keamanan berbasis teknologi dengan memasang sebanyak 400 unit kamera pengawas atau CCTV di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan forum tertinggi warga Nahdliyin yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH. Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, menyampaikan kesiapan tersebut sebelum pelaksanaan apel siaga di halaman GSG (Gedung Serba Guna) KH Hasbullah Said PPBU Tambakberas Jombang, Rabu (22/7/2026).
“Pengamanan berbasis teknologi ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas peserta dan tamu undangan yang diperkirakan membludak hingga mencapai 200 ribu orang selama perhelatan berlangsung,” ujar Gus Rozaq.
Menurut Gus Rozaq, penggunaan sistem pemantauan digital menjadi bagian penting dalam mendukung pengamanan Muktamar ke-35 NU. Teknologi tersebut diharapkan mampu membantu petugas dalam mengawasi aktivitas selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Total 400 CCTV telah dipasang di enam titik strategis kawasan pesantren. Seluruh perangkat kamera tersebut terkoneksi dengan sistem pemantauan selama 24 jam sehingga pergerakan orang maupun aktivitas keluar-masuk area dapat dipantau secara berkelanjutan.
“Dalam penerapannya, sebanyak 50 unit CCTV dikonsentrasikan di ruas-ruas jalan dalam kawasan pesantren guna memantau pergerakan arus kendaraan serta lalu-lalang pengunjung. Sementara ratusan kamera lainnya dipasang di gedung-gedung utama, termasuk area ruang sidang dan lokasi komisi yang menjadi pusat kegiatan muktamar,” ungkap Gus Rozaq.

Selain dukungan teknologi pengawasan, panitia lokal juga menyiapkan kekuatan pengamanan personel. Sebanyak 2.000 personel gabungan akan dilibatkan untuk menjaga keamanan selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari satuan pengamanan internal pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, hingga dukungan aparat keamanan dari Polri dan TNI. Kolaborasi berbagai unsur ini menjadi bagian dari strategi pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan muktamar berjalan tertib dan aman.
Dengan kombinasi sistem pengawasan digital dan kesiapan personel lapangan, panitia berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di PPBU Tambakberas Jombang dapat berlangsung lancar serta memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta dan tamu undangan. [suf]






