Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United kembali berhasil menambah 3 poin berkat kemenangan tipis 1-2 dari tuan rumah Persebaya Surabaya, pada pekan ke-28 Super League, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jum’at (17/4/2026).
Kemenangan Laskar Sape Kerrab diraih berkat gol Lulinha pada menit 12′, dan gol Riquelme Sousa pada menit 64′. Sementara sebiji gol Bajul ijo dicetak Riyan Ardiansyah pada menit 82′.
Bagi tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, kemenangan tersebut menjadi dua kemenangan beruntun dari dua laga terakhir di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air musim ini. Sekaligus membalas kekalahan 0-1 dari Persebaya, pada leg pertama di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (3/1/2026).
Karateker Madura United FC, Rakhmad Basuki mengungkap kemenangan tersebut tidak lepas dari strategi matang yang disiapkan, termasuk semangat juang tinggi yang ditunjukkan para pemain di sepanjang pertandingan antar tim Jawa Timur, bertajuk Derby Suramadu.
“Alhamdulillah , kami bersyukur atas hasil positif ini. Kemenangan ini merupakan buah dari kerja keras tim selama masa persiapan, dan kami layak menerima ini. Kami bekerja keras selama persiapan sebelum melawan Persebaya dan hasilnya terbukti malam ini,” kata Rakhmad Basuki, usai laga.
Juru taktik yang familiar disapa Coach RB, juga menyampaikan jika rencana yang disusun sejak sesi latihan berjalan sesuai harapan, mulai dari analisis kekuatan lawan hingga penerapan strategi berhasil dijalankan para pemain.
“Apa yang kami persiapkan, apa yang kami analisa tentang Persebaya, termasuk juga game plan yang kami persiapkan, berhasil malam ini,” sambung juru taktik asal Pamekasan, Madura.
Selama ini pihaknya selalu berpesan kepada para pemain, baik saat latihan maupun menjelang pertandingan agar tidak terpengaruh dengan hasil tim lain, serta selalu fokus pada performa sendiri hingga akhir musim.
Bahkan Coach RB juga selalu menanamkan filosofi permainan tim yang menitikberatkan pada kekuatan lini pertahanan serta efektivitas saat melakukan transisi menyerang. “Kalau bicara defend, kalian harus ikut skema. Sepak bola itu tentang bertahan, kita harus kuat saat bertahan dan memanfaatkan transisi dengan baik,” tegasnya.
“Oleh karena itu, kami mengapresiasi seluruh pemain yang sudah bekerja maksimal dan menjalankan instruksi dengan baik, termasuk dalam dua laga terakhir, baik ketika melawan Persik Kediri maupun Persebaya Surabaya,” pungkasnya. [pin/ted]






