Malang (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Ikatan Keluarga Besar Isteri Karyawan dan Karyawati (IKBI) PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 5 Cabang Wonosari menggelar seminar kewirausahaan di Rollaas Hall, Hotel Rollaas – Wisata Agro Wonosari. Kegiatan ini diikuti oleh para karyawati dan istri karyawan yang berada di lingkungan Kebun Wonosari.
Seminar yang mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan melalui Kewirausahaan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga” ini menghadirkan narasumber Rina Sandora, ST., MT., CBMCP., C.HI.PSP., CRA., seorang akademisi dan praktisi kewirausahaan dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis dalam menggali dan mengembangkan potensi usaha di kalangan perempuan, khususnya mereka yang berada di lingkungan perkebunan.
Manajer Kebun Wonosari, Danang Joko Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara manajemen kebun dan IKBI sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan perempuan.
“Seminar ini diharapkan mampu menambah wawasan serta membuka peluang ekonomi baru bagi para ibu di lingkungan Kebun Wonosari,” kata Danang, Senin (21/4/2025).
Dalam materi yang dipaparkan, Rina menyebut perempuan memiliki potensi besar sebagai pelaku usaha, khususnya di sektor informal seperti kuliner dan jasa. Ia menekankan pentingnya inovasi serta pemahaman pasar sebagai kunci utama untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Banyak dari peserta seminar sudah memiliki usaha rumahan. Tinggal bagaimana mengelolanya secara lebih profesional dan tepat sasaran,” tegasnya.
Tidak hanya seminar, peringatan Hari Kartini kali ini juga diramaikan dengan lomba kerapian kebaya dan lomba karaoke berkelompok. Acara tersebut menjadi ajang hiburan yang mampu membangkitkan semangat dan rasa percaya diri para peserta.
Ketua IKBI PTPN I Regional 5 Cabang Wonosari, Yekti Utami, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini dikemas dengan nuansa yang lebih bermakna.
“Kami ingin Hari Kartini menjadi momentum untuk memaknai perjuangan Kartini secara lebih relevan di era modern, dengan mendorong perempuan agar lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi,” tutupnya. [yog/suf]






