Lumajang (beritajatim.com) – Ratusan pengungsi dari Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Malang, kini mengungsi di sebuah masjid di desa setempat. Pantauan beritajatim.com, Minggu (5/12/2021) dini hari pukul 01.30 wib, ratusan warga harus tidur di masjid yang belum jadi.
Seluruh pengungsi ini mengaku belum mendapatkan bantuan logistik baik berupa makanan dan minuman dari pemerintah setempat. Lokasi warga mengungsi juga cukup gelap. Hanya ada satu lampu penerangan yang berasal dari genset. Sementara wilayah Pronojiwo secara keseluruhan, aliran listrik dan alat telekomunikasi putus total.
Staf Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Arto Widodo mengatakan, warga yang mengungsi saat ini sangat membutuhkan makanan dan pakaian.
“Warga yang mengungsi sangat butuh makanan, lalu pakaian anak-anak juga,” ungkap Widodo di temui di Kantor Kecamatan Pronojiwo, Minggu (5/12/2021) dini hari.
Sementara itu, Abdul Manaf, salah satu pengungsi dari Dusun Sumbersari, Desa Supiturang mengaku sudah tidak makan sejak sore hari. “Belum makan sejak sore tadi. Pas erupsi Semeru, saya sudah pasrah. Karena suasana di rumah dan dusun kami tiba-tiba gelap gulita,” terang Manaf.

Manaf bercerita, baru bisa lari dan menyelamatkan diri setelah ada cahaya terang selepas suasana di kampungnya gelap gulita. “Kami tidak mengira saat itu, karena mendadak rumah dan kampung menjadi gelap gulita. Lalu ada cahaya, terang, kami kemudian lari menyelamatkan diri ke masjid ini,” ujarnya.
Manaf belum tahu kondisi rumah pasca erupsi. Jarak rumah menuju masjid tempat dirinya mengungsi sekitar tiga kilometer. “Kami bersyukur masih bisa menyelamatkan diri. Saat itu kami sudah pasrah. Langit menjadi gelap,” pungkasnya. (yog/ted)






