Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebanyak 108 calon siswa Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi bersiap menjalani seleksi lanjutan berupa tes kesehatan dan wawancara. Tahapan ini menjadi bagian dari mekanisme ketat untuk memastikan peserta benar-benar memenuhi kriteria program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PPKB Banyuwangi, Khoirul Hidayat, menjelaskan bahwa jumlah pendaftar terdiri atas 57 siswa jenjang SMP dan 51 siswa jenjang SMA.
“Ada 108 calon siswa yang sudah mendaftar di SR. Proses selanjutnya adalah tes kesehatan dan wawancara,” ujar Khoirul, Senin (26/5/2025).
Ia menambahkan, seleksi kesehatan dan wawancara akan dilakukan oleh Kementerian Sosial dalam waktu dekat. Pemeriksaan ini bertujuan menggali latar belakang serta memastikan kondisi fisik peserta sebelum mengikuti program pendidikan berasrama.
Sementara itu, pemerintah juga mempersiapkan infrastruktur dan sumber daya pendukung pelaksanaan SR. Proses rekrutmen tenaga pendidik dan kepala sekolah sedang berlangsung di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Pengerjaan sudah dilakukan secara bertahap. Untuk laporan progresnya belum kami terima, namun perkiraan saat ini sudah mencapai 30 persen. Targetnya ya akhir bulan ini segera selesai,” imbuh Khoirul, merujuk pada renovasi gedung yang akan digunakan untuk pembelajaran.
Gedung yang dimaksud adalah Balai Diklat PNS di Kecamatan Licin, Banyuwangi, yang kini tengah direnovasi oleh Kementerian PUPR. Fasilitas tersebut akan difungsikan sebagai pusat kegiatan belajar mengajar siswa SR, termasuk pembangunan asrama dan penyediaan sarana pendukung lainnya.
Sekolah Rakyat merupakan model boarding school gratis untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini mencakup pembiayaan penuh mulai dari jenjang SD hingga SMA, meliputi sekolah, makanan, seragam, hingga tempat tinggal. Konsepnya dirancang agar siswa dapat fokus belajar dalam lingkungan yang terstruktur dan mendukung. [alr/beq]






