Jakarta (beritajatim.com)- Proses seleksi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk tahun 2025 menjadi perhatian serius Kementerian Agama RI. Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Faisal Ali Hasyim, menegaskan pentingnya pelaksanaan seleksi yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara pembukaan seleksi Computer Assisted Test (CAT) PPIH tingkat pusat tahun 1446 H/2025 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Seleksi yang Bersih dan Profesional
Irjen Faisal menekankan bahwa setiap tahapan seleksi harus bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan tertib, jujur, dan profesional. Tidak boleh ada ruang bagi penyimpangan,” ujarnya melansir portal resmi Kementerian Agama (Kemenag).
Sebagai bentuk pengawasan, Itjen Kemenag telah menyediakan saluran pengaduan digital. Saluran ini memungkinkan peserta seleksi melaporkan berbagai kendala atau dugaan pelanggaran yang mungkin terjadi selama proses berlangsung. Langkah ini diharapkan dapat memastikan seleksi yang adil dan transparan.
Tugas Mulia dengan Tanggung Jawab Besar
Dalam sambutannya, Faisal juga mengingatkan bahwa tugas sebagai petugas haji bukanlah tanggung jawab biasa. Para petugas dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas, empati, dan dedikasi tinggi dalam melayani jamaah.
“Pelayanan kepada jamaah haji adalah amanah besar. Laksanakan tugas ini dengan sepenuh hati, berikan pelayanan terbaik dengan senyum dan kasih sayang,” pesan Faisal kepada para peserta seleksi. Ia menegaskan bahwa loyalitas dan tanggung jawab adalah prinsip utama yang harus dipegang oleh para petugas haji.
Harapan untuk Pelayanan Haji yang Lebih Baik
Seleksi yang dilakukan secara profesional ini diharapkan mampu menjaring petugas haji yang benar-benar berkualitas. Dengan begitu, pelayanan yang diberikan kepada jamaah haji dapat terus ditingkatkan, sejalan dengan harapan peningkatan indeks kepuasan jamaah haji di masa mendatang.
“Semoga seleksi ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan petugas yang kompeten, berintegritas, serta profesional. Ini adalah langkah awal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji,” tutup Faisal.
Melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel, Kementerian Agama bertekad menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji ke tingkat yang lebih tinggi. [aje]






