Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mencatat angka kebakaran meningkat signifikan selama kemarau bulan September 2024, dengan temuan sebanyak 65 kasus.
Kabid Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Wasis Sutikno menyampaikan, selama bulan September terdapat 17 objek bangunan terbakar. Terdiri dari 8 rumah, 4 industri, dan 5 tempat umum/dagang.
“Bangunan ada 17 terbakar. Kemudian objek non bangunan ada banyak, yakni alang-alang (38 titik) dan tempat sampah (6 titik) serta kendaraan roda empat 1. Lain lain ada 3,” kata Wasis dikonfirmasi beritajatim.com, pada Rabu 2 Oktober 2024, sore.
Penyebab kebakaran pun beragam. Data menunjukkan bahwa api terbuka menjadi penyebab utama sebanyak 11 kejadian. Korsleting listrik menyusul di posisi kedua dengan 6 kejadian. “Kebakaran api terbuka ini maksudnya dipicu dari aktivitas kompor (gas), lilin, pembakaran sampah dan lain lain,” jelasnya.
Sementara, sebanyak 48 kasus kebakaran masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya. Beruntung, lanjut Wasis, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran selama September tersebut. Namun, sebanyak 7 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa ini. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan peralatan listrik dalam kondisi baik, tidak buang puntung rokok sembarangan, dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran,” ujarnya. [kun]






