Jombang (beritajatim.com) – SR (Sekolah Rakyat) Jombang menegaskan komitmennya mencegah tiga hal yang sama sekali tidak boleh terjadi di lingkungan sekolah, yaitu bullying atau perundungan, pelecehan seksual, dan intoleransi. Kepala SR Jombang, Andik Minarto, memastikan pengawasan ketat akan dilakukan oleh seluruh jajaran dewan guru, termasuk wali asrama.
“Selain kita semua, pengawasan secara intens juga dilakukan oleh wali asrama. Ini yang akan melakukan pengawasan, agar perundungan, pelecehan seksual, serta intoleransi tidak terjadi di sekolah rakyat,” kata Andik, Selasa (15/7/2025).
Andik juga menyampaikan bahwa kementerian sosial mewanti-wanti agar tiga pelanggaran tersebut tidak terjadi di SR Jombang yang saat ini berlokasi di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Mojoagung.
SR Jombang membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sesuai data DTKS Dinas Sosial Kabupaten Jombang. Sebanyak 100 siswa diterima tahun ini, terdiri dari 50 jenjang SMP dan 50 jenjang SMA. Dari jumlah tersebut, 36 siswa laki-laki dan 64 siswa perempuan mulai menempati asrama.
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dibuka secara resmi oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Jombang pada Senin (14/7/2025). Acara tersebut juga menjadi momen pelepasan orang tua siswa. Sejak pagi, para siswa mengikuti pemeriksaan kesehatan, pengenalan lingkungan asrama, serta penyesuaian dengan sarana prasarana yang telah disiapkan.
“Prinsipnya kurikulum sama dengan sekolah reguler. Yang membedakan, Sekolah Rakyat ini menerapkan sistem boarding (asrama) dengan fokus pembentukan karakter di luar jam belajar. Selain itu, inputnya juga khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu,” jelas Andik.
SR Jombang saat ini memiliki empat rombongan belajar (rombel) — dua kelas SMP dan dua kelas SMA — masing-masing berisi 25 siswa. Pada malam hari, kegiatan diisi dengan acara keagamaan bersama guru, wali asrama, dan wali asuh. SR Jombang juga menyiapkan 18 tenaga pendidik, dibantu 3 operator, 4 wali asuh, 7 wali asrama, 3 satpam, 4 petugas kebersihan, serta 1 juru masak.
Hingga hari pertama kegiatan, seluruh fasilitas seperti air bersih, listrik, penerangan malam, dan akses internet dinyatakan siap mendukung aktivitas belajar dan kehidupan di asrama.

Bupati Jombang, Warsubi, turut hadir memastikan kesiapan fasilitas serta memberikan dukungan moral kepada para siswa dan orang tua. Bupati bahkan berbincang langsung dengan orang tua siswa yang tengah mengantarkan putra-putri mereka.
Para orang tua menyatakan rasa syukur dan harapan besar bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat dapat mewujudkan cita-cita anak-anak mereka dan mengangkat derajat keluarga.
Bupati Warsubi juga berharap dukungan dan doa dari para orang tua agar anak-anak merasa betah, nyaman, dan fokus dalam menempuh pendidikan di boarding school. Tak hanya itu, Bupati Warsubi juga berkeliling ke setiap ruang kelas dan menyampaikan pesan khusus kepada para siswa.
“Anakku sekalian yang saya cintai, siswa-siswi Sekolah Rakyat. Di hari yang baik ini, saya berdiri di hadapan kalian dengan penuh harapan dan keyakinan. Saya sangat yakin bahwa kalian, yang telah dipilih oleh rakyat Jombang, memiliki cita-cita besar,” ujar Bupati Warsubi. [suf]






