Surabaya (beritajatim.com)- Siapa sangka hari Valentine yang kita rayakan setiap tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang menyimpan sebuah kisah menyedihkan dibaliknya.
Diketahui asal hari Valentine berawal dari festival Romawi kuno yang bernama Lupercalia.
Festival tersebut merupakan sebuah ritual pemurnian dan kesuburan untuk menghormati dewa Faunus serta pendiri Roma. Namun, pada abad ke-5 Paus Gelasius I melarang festival Lupercalia
dilaksanakan dan menggantinya dengan hari peringatan untuk menghormati Santo Valentine pada tanggal 14 Februari.
Santo Valentine dikenal sebagai pendeta Romawi yang dihukum mati oleh Kaisar Claudius II karena dia dengan diam-diam berani menikahkan sepasang kekasih di tengah larangan menikah bagi para tentara muda.
Hari Valentine baru dikaitkan dengan cinta pada abad ke-14 melalui karya penyair Inggris bernama Geoffrey Chaucer.
Bentuk karyanya adalah sebuah puisi dengan judul The Parlement of Foules. Dalam puisinya tersebut Chaucer menggambarkan hari Santo Valentine sebagai Waktu bagi setiap burung untuk datang memilih pasangannya. Karya itulah yang dianggap banyak orang mempopulerkan Hari Valentine sebagai waktu untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang.
Lalu mengapa coklat dan bunga bisa dijadikan sebagai barang yang cocok untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang?
Tradisi memberikan cokelat merupakan perpaduan antara sejarah kuno dan inovasi dari abad ke-19. Tradisi tersebut semakin populer setelah seorang pembuat coklat asal Inggris, Richard Cadbury menciptakan kotak cokelat yang berbentuk hati untuk pertama kalinya dengan tambahan hiasan bunga mawar dan cupid.
Bunga, khususnya mawar merah sudah menjadi bahasa cinta selama berabad-abad. Menurut mitologi Yunani dan Romawi, mawar erat kaitannya dengan dewi cinta dan kecantikan. Ada legenda menyebutkan jika mawar merah pertama kali tumbuh dari tetesan air mata Venus (dewi kecantikan) yang bercampur dengan darah kekasihnya Adonis.
Jadi itulah kenapa cokelat dan bunga seringkali dikaitkan dengan perayaan Valentine untuk mengungkapkan kasih sayang dan cinta. [Wakhdah Alisa Berliana]






