Surabaya (beritajatim.com) – Putaar Film, rumah produksi yang dikenal akan karya-karya berkualitas, tengah mempersiapkan peluncuran film terbaru mereka yang berjudul “Nona Manis Sayange.”
Film ini diposisikan sebagai drama komedi yang unik. Kisahnya diangkat dari percintaan yang berkembang di tengah-tengah latar belakang adat dan budaya di Pulau Nusa Tenggara Timur, khususnya di Labuan Bajo.
Film “Nona Manis Sayange” memiliki fokus yang kuat pada isu budaya uang mahar (belis), yang hingga kini masih berperan penting dalam masyarakat Labuan Bajo. Persoalan ini telah menjadi perbincangan hangat dan relevan di wilayah tersebut, bahkan sampai ke seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Film ini menggambarkan kenyataan bahwa pernikahan adat sering terhalang oleh masalah finansial, di mana pasangan calon pengantin harus menghadapi beban uang mahar yang sering kali cukup besar.
DR Ngadiman, Eksekutif Produser Putaar Film, merasa panggilan untuk memperkenalkan keunikan budaya Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur kepada masyarakat luas. Meskipun daerah ini memiliki budaya yang kaya dan menarik, belum banyak yang mengetahui tentang kekayaan tersebut. Film ini menjadi sarana yang ideal untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan.
BACA JUGA: Sinopsis The Nun 2, Film Horor yang Tayang Awal September 2023
Dilansir dari suara.com– jejaring beritajatim.com, Sutradara Hestu Saputra berbicara tentang proses panjang yang harus dilalui dalam mewujudkan proyek ambisius ini.
Film “Nona Manis Sayange” bukan hanya soal penggarapan cerita, tetapi juga memanfaatkan teknologi CGI untuk memvisualisasikan dunia budaya Labuan Bajo dengan lebih mendalam.
Hestu menekankan pentingnya elemen-elemen penyusun kehidupan yang terkandung dalam narasi film ini, dan bagaimana upaya maksimal dikerahkan untuk menghadirkan cerita yang kuat dan mendalam.
Proses produksi film ini memakan waktu yang cukup lama, mencapai satu tahun dua bulan hingga hari ini. Mulai dari tahap ide, riset, syuting, hingga tahap editing post-produksi, setiap langkah dilakukan dengan penuh dedikasi.
Syutingnya sendiri dilakukan selama total 23 hari production days, menunjukkan komitmen tim produksi dalam memberikan yang terbaik bagi penonton.
BACA JUGA: Jadwal Super Blue Moon Malam Ini, Lengkap dengan Bacaan Doanya
“Cerita cinta yang diangkat dalam film ‘Nona Manis Sayange’ berkisah tentang perjuangan Sika dan Akram. Sebagai sahabat sejak kecil, cinta di antara mereka tumbuh kuat seiring berjalannya waktu. Namun, tantangan besar muncul dalam bentuk penentangan dari Ayah Sika, diperankan oleh Mathias Muchus, yang meragukan kesesuaian Akram sebagai pasangan untuk Sika,” ujar sutradara.
Akram harus berjuang keras untuk memenuhi harapan Ayah Sika. Dia menghadapi tuntutan uang mahar yang sangat tinggi, sebuah tuntutan yang sulit dipenuhi. Sika pada sisi lain, mencoba meyakinkan ayahnya bahwa cinta sejati tak terukur dari materi atau status sosial.
Cerita ini bukan hanya mengisahkan tentang kisah cinta, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai budaya dan pandangan yang berbeda dari sudut pandang adat di Labuan Bajo.
Para pemain utama seperti Denzel Jordan Pangeran, Haico Van Der Veken, Bhisma Mulia, Mathias Muchus, Chanceline, dan Luz Victoria akan menghidupkan karakter-karakter ini dengan penuh semangat.
Film yang akan tayang pada tahun 2023 ini diharapkan menjadi jendela yang membuka wawasan bagi penonton mengenai keindahan budaya dan nilai-nilai adat yang terkandung dalam cerita yang disajikan.
Dengan perpaduan elemen budaya, teknologi CGI, dan akting apik para pemain, “Nona Manis Sayange” berpotensi menjadi sebuah karya yang mengesankan dan memikat. (fyi/nap)






