Malang (beritajatim.com) – Festival Sastra Kota Malang kembali digelar tahun ini untuk yang kedua kalinya. Tahun ini, festival tersebut dimulai dengan agenda pra-festival sampai dengan puncak festival.
Ketua Pelaksana Festival Sastra Kota Malang 2024, Dewi R. Maulidah, menyampaikan, puncak festival akan diadakan di Critasena pada 26 sampai 29 September 2024. Hadir juga sejumlah nama penting sastrawan dari berbagai penjuru Indonesia.
Antara lain yaitu, Afrizal Malna (Sidoarjo), Abimardha Kurniawan (Unair), Bramantio (Surabaya), dan Muna Masyari (Pamekasan), Yusi A. (Jakarta), Reda (Jakarta), dan Frisca Saputra, Mashdar Zainal, Robani, Ari Ambarwati, dan Yusri Fajar.
Ketua Komunitas Pelangi Sastra Malang, Denny Mizhar, menceritakan bahwa Festival Sastra kota Malang bermula saat perayaan atas karya dan wacana kesusastraan di Malang dengan nama Pekan Sastra Kota Malang.
Kegiatan tersebut pertama kali terlaksana pada tahun 2018 dengan tajuk “Pekan Sastra Kota Malang #1” dan tahun 2020 secara virtual dengan tajuk “Pekan Sastra Kota Malang #2”. Namun, dengan berbagai pertimbangan, kemudian diubah menjadi Festival Sastra Kota Malang.
“Ada perbedaan durasi waktu. Jika Pekan Sastra Kota Malang kami selenggarakan dalam waktu sepekan, Festival Sastra Kota Malang diselenggarakan selama 4 hari. Tidak jauh berbeda dengan Pekan Sastra Kota Malang. Festival Sastra Kota Malang akan bersisi kegiatan diskusi buku sastra, wacana kesusastraan, panggung sastra, dan peluncuran buku,” ujar Denny.
Pada periode pertama, Festival Sastra Kota Malang telah berhasil dilaksanakan pada bulan Agustus sampai puncaknya tanggal 19 s.d. 22 Oktober 2023 di Kota Malang dengan antusias yang cukup memuaskan. Festival Sastra Kota Malang 2024 pun kembali digelar untuk menyambut keberlanjutannya.
Kegiatan Festival Sastra Kota Malang 2024 ini, kata Denny, terselenggara atas Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra.
“Jelajah Cita Rasa adalah rangkaian kata kunci untuk kami dapat mempertemukan para penulis, pembaca, pengamat, penikmat sastra, hingga pelaku sastra untuk saling berbagi pengetahuan kesusastraan yang berhubungan dengan perjalanan dan jamuan, budaya kuliner atau pangan, wisata kuliner yang bersejarah atau bermakna, baik secara lokal maupun domestik rumah sebagai cakupan gastronomi sastra,” lanjut Denny.
Denny juga menjelaskan bahwa gastronomi sastra yang dimaksud meliputi ritual pangan, berbagai cerita resep kuno atau khas tertentu, hingga aspek lingkungan yang mempengaruhi berbagai rantai pangan. Termasuk juga cita rasa makanan-minuman rempah, cita rasa bersastra, serta berbagai cerita rasa yang dikemas dalam bentuk karya sastra.
“Pemaknaan itu dapat disederhanakan, bahwa perjalanan hingga jamuan menuju cita rasa (pangan) dalam karya sastra merupakan fenomena manusia yang terus menarik untuk dijelajahi, dikembangkan, dan diarsipkan dengan perayaan sastra,” pungkasnya.
Manajer Festival Sastra Kota Malang 2024, Dewi R Maulidah menjelaskan bahwa festival ini mengusung tema “Jelajah Cita Rasa”. Tema tersebut akan tidak hanya membahas tentang kuliner di Malang, tetapi juga membahas karya sastra tentang kuliner dari penulis nasional maupun penulis dari Malang.
“Kami membahas Jelajah Cita Rasa di festival sastra kota Malang tahun 2024 karena kota Malang ini tidak bisa lepas dari kuliner. Salah satu kuliner paling legendaris di Malang adalah tempe. Kuliner dapat dihubungkan dengan sastra melalui kajian gastronomi, hal itu yang akan digali dan dibahas lebih jauh,” ucap Dewi, Jumat (6/8/2024).
Dijelaskan lebih lanjut oleh Dewi, acara festival sastra ini selain menghadirkan sejumlah sastrawan nasional dan lokal, ada juga berbagai penampilan. Ada penampilan musik, pembacaan puisi, teatrikal, hingga tari.
“Saat festival ada bazar buku yang bisa dikunjungi juga. Kami sengaja memilih lokasi di Critasena agar masyarakat kota Malang bisa merasa lebih dengan sastra, terutama agar bisa menarik lebih banyak antusias dari anak muda di Malang,” ujar Dewi. (dan/kun)







1 Komentar
Semoga festival sastra kota malang bisa memberikan manfaat yg besar bagi para pecinta sastra