Surabaya (beritajatim.com) – Sebelum ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Bubutan karena mencuri mobil Toyota Agya milik orang tuanya, seorang warga Bubutan berinisial AA (30) ternyata sudah menghilangkan 15 kendaraan.
“Pelaku sebelumnya sudah menghilangkan 15 kendaraan milik orang tuanya,” kata Kapolsek Bubutan Kompol Vonny Farizki, Rabu (9/7/2025).
Dari keterangan AA kepada polisi, ia kerap nekat karena membutuhkan uang untuk menutupi kebutuhan rumah tangga dan membayarkan utang. Oleh ayahnya, aksi AA mengambil barang milik orang tuanya sendiri itu tidak pernah dilaporkan ke polisi.
“Jadi aksi sebelumnya tidak ada laporan. Baru kemarin terakhir usai mencuri mobil Agya itu orang tuanya melapor ke kami dan langsung kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Sementara itu, AA mengaku menyesal kerap mengambil kendaraan orang tuanya. Ia tidak menduga bahwa ayahnya akan melapor ke Polsek Bubutan. “Iya sudah 15 kali. Sebelumnya tidak pernah dilaporkan ke polisi,” sesal AA.
Diketahui sebelumnya, Gara-gara tidak diberi pinjaman uang, seorang warga Bubutan, Surabaya berinisial AA (30) nekat mencuri mobil milik orang tuanya sendiri.
Kapolsek Bubutan Kompol Vonny Farizki mengatakan, polisi baru mengetahui pelaku pencurian mobil itu adalah AA (30) setelah melakukan penyelidikan atas laporan dari orang tua pelaku. Dari berbagai bukti yang didapat, AA akhirnya mengakui perbuatannya.
“Setelah cek rekaman CCTV di sekitar lokasi, kita amankan pelaku AA yang merupakan anak kandung korban,” kata Vonny Farizki, Rabu (9/7/2025).
Dari keterangan pelaku, aksi pencurian itu dilakukan karena ayahnya menolak memberikan pinjaman uang. AA yang sudah gelap mata lantas mengambil kunci mobil menyerahkan ke temannya berinisial A yang saat ini sedang buron.
“Pelaku mengambil kunci mobil saat rumah dalam keadaan kosong. Karena tidak bisa mengemudi mobil, dia mengajak temannya berinisial A yang saat ini masih kami kejar,” imbuh Vonny.
Oleh keduanya, mobil itu dijual ke seorang penadah di Madura dengan harga Rp30 juta. Transaksi antar pelaku dan penadah dilakukan di gerbang pintu tol Suramadu. [ang/suf]






