Sidoarjo (beritajatim.com) – Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI soal kewaspadaan Covid-19 sudah diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo.
Seperti pernyataan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina. Saat ini, Dinkes Sidoarjo sedang menyiapkan Surat Edaran tingkat kabupaten sebagai tindak lanjut dari SE Kemenkes.
Dinkes Sidoarjo akan melaksanakan tugas sesuai dengan SE Kemenkes dan memantau kondisi di seluruh wilayah kerja Puskesmas (PKM).
”Kami sedang menyiapkan SE sebagai tindak lanjut dari SE Kemenkes dan akan melaksanakan tugas sesuai dengan SE tersebut,” ucap dr Lakhsmie dihubungi via ponsel Senin (2/6/2025).
Lakhsmie menegaskan Dinkes Sidoarjo juga akan terus memantau kondisi di seluruh wilayah kerja PKM untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi penyebaran Covid-19.
“Dengan langkah-langkah ini, Dinkes Sidoarjo berharap dapat meningkatkan kewaspadaan dan responsif terhadap situasi kesehatan di Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.
Pihak Dinkes Sidoarjo menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi penyebaran Covid-19.
“Kami akan terus memantau situasi kesehatan di Kabupaten Sidoarjo dan melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah penyebaran Covid-19,” jelas Lakhsmie.
Dalam menyikapi SE Kemenkes RI ini, Dinkes Sidoarjo juga akan terus melakukan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan responsif terhadap situasi kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.
“Harapannya melalui kerjasama dan koordinasi yang baik secara bersama dapat meningkatkan efektivitas dalam menghadapi potensi penyebaran Covid-19,” kata dia.
Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan RI menanggapi meningkatnya kasus COVID-19 di beberapa negara Asia seperti Singapura, Thailand dan Hongkong, yang saat ini tengah mengalami tren kenaikan kasus.
Dalam edaran tertanggal 23 Mei 2025 tersebut, Kemenkes menyampaikan sejumlah update tentang situasi COVID-19 saat ini. Sejak minggu ke-12 2025, peningkatan COVID-19 terjadi di sejumlah negara di kawasan Asia seperti Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Singapura.
“Varian COVID-19 dominan yang menyebar di Thailand adalah XEC dan JN.1, di Singapura LF.7 dan NB.1.8 (turunan JN.1), di Hongkong JN.1, dan di Malaysia adalah XEC (turunan JN.1),” tulis edaran tersebut.
Transmisi penularan disebut masih relatif rendah, begitu juga angka kematian. Di Indonesia, terjadi penurunan kasus konfirmasi mingguan dari 28 kasus di minggu ke-19 menjadi 3 kasus pada minggu ke-20 dengan positivity rate 0,59 persen.
“Varian dominan yang beredar adalah MB.1.1,” tulis edaran tersebut.
Sejumlah Langkah Antisipasi Himbauan Kementrian Kesehatan:
* Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
* Cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabut (CTPS) atau menggunakan hand sanitizer
* Menggunakan masker bagi masyarakat yang sakit atau jika berada di kerumunan
* Segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko.
Kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Kekarantinaan Kesehatan, Kemenkes minta agar pelaku perjalanan melalui operator alat angkut mendapat imbauan sebagai berikut:
* Menggunakan masker jika sedang sakit seperti batuk, pilek, atau demam.
* Menerapkan pola hidup bersih seperti selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta menerapkan etika batuk/bersin untuk menghindari penularan kepada orang lain; dan
* Jika mengalami sakit selama perjalanan agar menyampaikan kepada awak atau personel alat angkut maupun kepada petugas kesehatan di pelabuhan/bandar udara/PLBN setempat.[isa/aje]






