Ponorogo (beritajatim.com) – Razia penertiban pengemis dan gelandangan kembali digelar Satpol PP Ponorogo. Dalam operasi kali ini, petugas mengamankan seorang manusia silver yang kerap beraksi di beberapa titik keramaian di Bumi Reog.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Ponorogo, Subiyantoro, menyebut pria berusia 30 tahun itu bukan wajah baru.
“Anak itu sudah sering kita tangkap di perempatan Jeruksing, kita serahkan ke Dinsos. Itu pernah saya tangkap di Dengok, di Terminal juga pernah, sudah sering kok itu,” kata Subiantoro, Senin (11/8/2025).
Sebelum menjadi manusia silver, pria tersebut pernah berganti-ganti penampilan untuk mengais rezeki di jalanan.
“Dulu tidak hanya itu, dulu badut, terus beralih-alih gitu sekarang menjadi manusia silver dan sudah tiga kali kita tangkap,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Satpol PP, pria ini berdomisili di Kecamatan Kauman. Saat razia dilakukan, petugas hanya mendapati uang Rp40 ribu dari hasil meminta-minta.
“Belum banyak yang dia dapat, katanya baru mangkal, lalu kami datang,” ungkapnya.
Kepada petugas, manusia silver tersebut mengaku terpaksa turun ke jalan karena memiliki riwayat penyakit asma sehingga tak sanggup bekerja berat. Meski demikian, Satpol PP tetap menyerahkannya ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) untuk pembinaan lebih lanjut.
“Kita kembalikan ke Dinsos, karena yang punya kewenangan pembinaan itu ada di sana,” tutupnya.
Razia seperti ini akan terus dilakukan Satpol PP Ponorogo sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban umum sekaligus menekan keberadaan pengemis dan gelandangan di ruang publik. (end/but)






