Pamekasan (beritajatim.com) – Satlantas Polres Pamekasan, mengecek kendaraan angkutan umum dan pariwisata di Terminal Ronggosukowati, Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Senin (24/3/2025).
Hal tersebut dilakukan bersamaan dengan Operasi Ketupat Semeru 2025, khusunya menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Guna memastikan keamanan, keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Bahkan disela operasi tersebut, para sopir angkutan umum juga harus menjalani tes urine sebagai langkah antisipatif agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba yang berprofesi mengancam keselamatan berlalu lintas.
“Ram cek kendaraan umum ini kita laksanakan sebagai langkah antisipatif, sekaligus memastikan arus mudik lebaran berjalan lancar, aman dan tertib,” kata Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Bagus Wijanarko, Rabu (26/3/2025).
Selain itu pihaknya memastikan kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan khususnya selama arus mudik lebaran. “Inspeksi ini sekaligus untuk memastikan kesiapan dan kelayakan setiap angkutan umum yang melayani masyarakat sebagai rangkaian Operasi Ketupat Semeru 2025,” ungkapnya.
Termasuk juga sebagai langkah antisipatif terhadap beragam pelanggaran lalin. “Ini bentuk antisipasi kami agar sopir dan penumpang terhindar dari kecelakaan yang diakibatkan karena masalah teknis kendaraan,” imbuhnya.
“Kegiatan ini dilakukan dengan memeriksa surat-surat kendaraan, kondisi ban, lampu penerangan depan dan belakang, klakson, weper air dan lainnya. Termasuk juga tes urine bagi para sopir, guna memastikan angkutan maupun bus tidak melanggar, serta selalu memperhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mengingatkan para sopir agar selalu melakukan pengecekan rutin dan berkala, baik kelayakan teknis maupun administrasi sebelum bus dioperasikan. “Penting juga diperhatikan aspek kecepatan saat berkendara, jangan ngebut,” imbaunya.
“Kami meyakini pengecekan ini dapat membangun budaya disiplin dan tertib, serta selalu mengedepankan etika berlalu lintas demi meningkatkan kualitas keselamatan berlalu lintas. Sekaligus menekan angka pelanggaran maupun fatalitas korban kebakaran lalu lintas,” pungkasnya. [pin/but]






