Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang bulan suci Ramadhan, Satgas Pangan Polres Mojokerto Kota bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Bulog Kota Mojokerto menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasar. Hasilnya, harga cabai rawit tembus Rp74 ribu per kilogram.
Sidak tersebut dipimpin langsung Kanit IV Pidek Satreskrim Polres Mojokerto Kota, IPTU Samsul Arifin. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat di Kota Mojokerto saat Ramadhan.
Sidak pasar kali ini menyasar dua lokasi, yakni Superindo Jalan Bhayangkara sebagai pasar modern dan Pasar Tanjung Anyar sebagai pasar tradisional. Dari hasil pemantauan di Pasar Tanjung Anyar, petugas menemukan adanya kenaikan harga cabai rawit yang mencapai Rp74 ribu per kilogram.
“Adapun kegiatan ini kami lakukan untuk memberi kepastian kepada masyarakat mengenai stabilitas harga dan stok bahan pokok menjelang bulan Ramadhan,” ungkapnya, Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan keterangan para pedagang, kenaikan harga cabai rawit tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. “Kondisi cuaca itu menyebabkan hasil panen menurun sehingga berdampak pada terbatasnya pasokan di pasaran,” ujar salah satu pedagang di Pasar Tanjung Ayar.
Meski demikian, harga bapokting lainnya terpantau relatif stabil dan ketersediaan stok dinilai masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan.
Polres Mojokerto Kota melalui Satgas Pangan menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan tenang. [tin/but]







