Kediri (beritajatim.com) – Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Kabupaten Kediri semakin mengganas. Seekor sapi milik warga Kecamatan Banyakan mati akibat terpapar virus PMK.
Meskipun sapinya mati, tetapi dia memilih untuk tabah dan mengikhlaskan. Dia membagikan foto penampakan sapinya yang sudah mati di sosial media facebook.
“Sabar mak dhe. Pasti akan diganti yang lebih-lebih. Allah Maha Kaya dhe,” tulis Cholish Kamal di grup Warga Kaliboto & Sekitarnya, pada Jumat 17 Januari 2024.
Dia memastikan bahwa sapi simental tersebut mati akibat terinfeksi oleh virus PMK yang belakangan ini menyerang wilayah Kediri dan sekitarnya. Dia mengaku, langsung mengubur hewan peliharaannya itu.
Warganet memberikan dukungan kepada pemilik sapi yang terenggut oleh PMK tersebut. Mereka berharap pemerintah bisa segera menangani masalah wabah PMK ini dengan cepat dan bisa memberikan ganti rugi untuk pemilik sapi yang mati akibat PMK.
“Carane ngene Indonesia kekurangan sapi. Peternak kecil gak akan mau lagi beternak. Niat hati ingin cari untung malah buntung. Harusnya pemerintah khususnya dinas peternakan, kalau gak bisa nangani PMK peternak kecil yang kehilangan sapi minimal ada gantu rugi,” tulis Rofiul Anwar.
DKPP Kabupaten Kediri Mulai Vaksinasi Ternak
Mulai Kamis, 16 Januari 2025 kemarin, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) melakukan vaksinasi terhadap sapi. Tujuannya untuk menekan penyebaran hewan ternak yang terjangkit PMK.
Data DKPP menyebutkan, kasus PMK di Kabupaten Kediri sudah mencapai 797 kasus (per 16 Januari 2025). Dari jumlah tersebut, jumlah kematian sapi akibat PMK sebesar 27 kasus dan sapi sembuh PMK sebanyak 128 kasus.
Dapat Kiriman 1.050 Dosis Vaksin PMK
DKPP Kabupaten Kediri telah menerima pengiriman vaksin PMK dari Dirjen PKH melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sebanyak 7.050 dosis. Vaksin kiriman tersebut langsung didistribusikan kepada peternak yang berada di 26 kecamatan.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri drh. Tutik Purwaningsih mengatakan, vaksinasi dilakukan untuk ternak seperti sapi dan kambing yang tidak terjangkit PMK.
Tujuannya supaya ternak yang sehat tidak tertular PMK. Vaksinasi ditargetkan selesai pada akhir Januari nanti.
Penanganan Ternak Terinfeksi PMK
Sementara itu untuk sapi yang telah terinfeksi PMK, kata Tutik, diberi obat guna penyembuhan berupa vitamin dan penyuntikan. Sedangkan luka di mulut dan kuku ternak, disemprot dengan obat Gusanex untuk mempercepat penyembuhan dari mengatasi luka, serta menghindari dari infeksi.
Kasus PMK di Kabupaten Kediri ini muncul akibat adanya sapi potong yang belum tervaksin, kemudian musim penghujan yang berakibat terpengaruhnya daya tahan ternak. [nm/but]






