Jombang (beritajatim.com) – Sapi yang ada di pasar hewan Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang disemprot menggunakan cairan disinfektan, Selasa (7/1/2025). Hal itu dilakukan guna mengantisipasi meluasnya wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
Seperti diketahui, wabah PMK di Jombang sudah menjangkiti sapi di 19 kecamatan. Berdasarkan catatan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, mulai Desember 2024 hingga Januari 2025 terdapat 323 kasus PMK. Rinciannya, 282 kasus terjadi pada Desember 2024, kemudian 41 kasus terjadi pada Januari 2025.
Dari jumlah itu, sebanyak 231 masih sakit sementara 31 ekor disembelih paksa dan 11 ekor dinyatakan mati. Dari 21 kecamatan yang ada, hanya dua kecamatan yang dinyatakan zero atau nihil kasus, yakni Kecamatan Perak dan Tembelang.
Penyemprotan disinfektan di pasar hewan Kabuh tersebut dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Peternakan Moh Saleh. Dia didampingi Kabid Kesehatan Hewan drh. Azis Daryanyato, Camat Kabuh Anjik Eko Saputro, dan Kepala Puskeswan Kecamatan Ploso drh. Dony Bidaryanto, bersama puluhan petugas lapangan.
“Ini untuk memastikan Kesehatan sapi di pasar hewan. Juga untuk antisipasi meluasnya wabah PMK di Kabupaten Jombang. Kita lakukan penyemprotan di pasar hewan ini,” ujar Moh Saleh yang juga mantan Kepala Dinsos (Dinas Sosial) Jombang.
Dalam kegiatan itu, setiap sapi yang turun dari kendaraan langsung disemprot menggunakan disinfektan. Begitu juga dengan sapi yang hendak dinaikkan ke atas kendaraan. Disemprot menggunakan cairan antikuman tersebut.
Moh Saleh menekankan pentingnya verifikasi kesehatan sapi sebelum masuk pasar. Ketika ada sapi yang kurang sehat, maka tidak diperbolehkan masuk pasar. Hal tersebut untuk mencegah penyebaran virus PMK.
Bagi peternak di Jombang yang membutuhkan vaksinasi mandiri, lanjut Saleh, bisa menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat. Jika ada gejala hewan terkena PMK, Saleh meminta peternak segera melaporkan kepada petugas kesehatan setempat.
“Kami mengajak semua pihak, termasuk peternak dan pedagang, untuk berkolaborasi dalam menjaga kesehatan hewan ternak. Kerjasama ini diharapkan dapat mencegah terjadinya wabah PMK yang dapat berdampak negatif bagi sektor peternakan,” pungkasnya. [suf]






