Jombang (beritajatim.com) – Santri pondok pesantren Tebuireng Jombang menyambut datangnya Hari Raya Iduladha 1445 H dengan suka cita. Mereka melakukan bakar sate berjamaah di pesantren setempat, Minggu (17/6/2024).
Usai melaksanakan salai Iduladha, mereka berkumpul di halaman pesantren. Sementara panitia kurban sibuk melakukan penyembelihan hewan yang sudah disiapkan. Selanjutnya, para santri menata peralatan yang digunakan untuk membakar daging kurban tersebut.
Setiap asrama berkelompok dan mendapatkan 5 Kg daging. Jumlahnya mereka antara 20 hingga 25 santri. Arang yang digunakan untuk pembakaran ditata memanjang. Sejurus kemudian asap mengepul dari pembakaran itu.
Para santri sibuk menggerakkan kipas agar api terus menyala. Santri lainnya menusukkan daging sapi yang sudah dipotong dadu. Begitu api membara, daging yang sudah ditusuk itu ditempatkan di atas bara.
Bau daging terbakar menusuk hidung. Asapnyanya menelisik dari kamar ke kamar. Semua santri berkumpul di halaman. Semuanya bersuka cita. “Ini sudah matang. Bumbunya hanya kecap dan penyedap rasa,” ujar Aditya Magedo (14), santri asal Blitar sembari memamerkan senampan sate yang sudah matang.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Arul (15) dan kawan-kawannya satu asrama. Mereka sibuk membakar sate berbahan daging sapi. “Saya sudah dua kali mengikuti sate berjamaah di pesantren Tebuireng,” katanya.
Pengurus pesantren Tebuireng Jombang Lukman Hakim menjelaskan, pihaknya menerima puluhan hewan kurban. Rinciannya, 27 sapi dan 7 kambing. Daging kurban tersebut dibagikan untuk santri, masyarakat sekitar, pengurus pondok, serta guru dan karyawan di Tebnuireng.
“Untuk santri, setiap kamar kita berikan 5 Kg. Untuk dibakar secara bersama-sama. Daging kurban juga kita bagikan untuk cabang Tebuireng yang ada di Kesamben dan Jombok Ngoro. Kami ucapkanm terima kasih kepada donator yang sudah mengirimkan hewan kurban ke Tebuireng,” pungkasnya. [suf]






