Blitar (beritajatim.com) – Seorang perempuan berinisial I-S-S asal Watu Gedhe Kecamatan Singosari Kabupaten Malang meninggal dunia usai tertabrak kereta api di Dusun Plampangan Desa Jugo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar pada Jumat (3/10/2025).
Perempuan yang sejatinya berjuang melawan kanker otak yang dideritanya itu harus menyerah di rel kereta api. Padahal perempuan asal Malang itu baru saja keluar dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar, Malang untuk menjalani perawatan.
“Masih kita dalami yang jelas korban baru keluar dari RSSA Malang didiagnosa menderita sakit kanker otak dan darah tinggi dan kemarin dibawa pulang ke rumah ibunya ( orang tua) di Plampangan,Jugo, Kesamben,” ungkap Ipda Putut Siswahyudi, Kasubsi Pdim Sihumas Polres Blitar.
Tidak ada yang tahu pasti kejadian ini. Sejumlah saksi hanya mengetahui bahwa ada perempuan yang tertabrak kereta api di Dusun Plampangan Desa Jugo Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar.
Kuat dugaan peristiwa tersebut merupakan aksi bunuh diri. Namun polisi kini masih melakukan penyelidikan apakah ini bunuh diri atau bukan.
“Telah datang ke Polsek Kesamben petugas kereta api yang memberitahukan bahwa telah terjadi Laka orang meninggal dunia tertabrak kereta Api di rel kereta yang terletak di Dusun Plampangan Desa Jugo yang kemudian petugas langsung mendatangi TKP dan mendapati korban sudah dalam keadaan hancur,” ungkapnya.
Jenazah korban pun langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. Sementara kasus ini kini masih dalam penanganan Polres Blitar. (owi/ted)






