Pasuruan (beritajatim.com) – Ratusan penggemar sepakbola yang tergabung dalam kelompok suporter Sakeramania berkumpul di Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Mereka mengajukan usulan agar manajemen Persekabpas dikelola oleh pihak swasta.
Rombongan Sakeramania tiba di Kantor DPRD pada hari Rabu (25/10/2023) sekitar pukul 10.00 WIB. Beberapa dari mereka segera menyampaikan aspirasinya melalui orasi di halaman kantor DPRD Kabupaten Pasuruan yang berada di Kecamatan Bangil.
Setelah sesi orasi, sepuluh perwakilan Sakeramania diundang masuk ke dalam kantor untuk melakukan pertemuan dengan Komisi IV DPRD.
Muhammad Rosul, Ketua Yayasan Suporter Persekabpas, menyampaikan beberapa permintaan dari Sakeramania. Salah satu usulan yang diajukan adalah agar manajemen Persekabpas diserahkan kepada pihak swasta, bukan bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Siapapun pengelolanya, kalau dikelola swasta dia tidak mau rugi. Otomatis dia mencetak Persekabpas berprestasi agar profit,” kata Rosul.
Usulan ini didasari pertimbangan bahwa pengelolaan swasta akan lebih profesional dan memiliki insentif untuk mencapai kesuksesan, karena manajer swasta bertanggung jawab atas profitabilitas klub.
Rosul mengungkapkan bahwa sistem pengelolaan klub sepakbola dengan APBD telah mengalami stagnasi, di mana anggaran selalu dialokasikan tanpa memperhatikan performa tim. Dia mengusulkan bahwa anggaran APBD yang sebelumnya digunakan untuk pengelolaan klub seharusnya dialihkan untuk pembibitan pemain melalui penyelenggaraan kompetisi remaja U-13 hingga U-15.
Ketua Komisi IV, Shobih Asrori, memberikan tanggapan positif terhadap usulan dan tuntutan dari Sakeramania. Semua usulan tersebut telah dicatat dan akan disampaikan kepada pihak eksekutif. “Kami akan segera mengadakan pertemuan dengan eksekutif untuk mencari solusi bersama dalam waktu dekat,” kata Shobih.
Selain permintaan mengenai manajemen swasta untuk Persekabpas, Sakeramania juga menyampaikan beberapa tuntutan lainnya. Ini termasuk dukungan kepada Penjabat Bupati Pasuruan untuk mengambil alih asosiasi sepakbola agar terhindar dari sanksi pembekuan oleh PSSI.
Sakeramania juga menuntut penyelenggaraan sebuah forum yang melibatkan semua pihak untuk menyelamatkan sepakbola di Kabupaten Pasuruan, serta penunjukan manajer Persekabpas yang memiliki visi dan konsep untuk mengembangkan tim menjadi tim profesional.
Selain itu, mereka juga menyerukan perbaikan Stadion Pogar, yang dinilai tidak layak dan kurang memiliki pencahayaan yang memadai untuk pertandingan sepakbola. (ada/kun)
BACA JUGA: Satpol PP Kota Pasuruan Tertibkan PKL Bandel di Kawasan Pelabuhan






