Ponorogo (beritajatim.com) – Lebaran identik dengan tradisi mudik, tetapi tidak bagi sekitar 900 santri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo. Sejak awal Ramadan hingga Syawal, mereka tetap bermukim di pondok, menjalani fase pembelajaran yang lebih intensif.
“Ada sekitar 800-900-an santri tetap berada di pondok dari awal Ramadan hingga nanti Lebaran tiba,” kata Humas PMDG Ponorogo, Ustaz Riza Ashari, ditulis Selasa (25/3/2025).
Ratusan santri yang tidak mudik dan menetap di pondok, yakni siswa kelas 5 yang akan naik ke kelas 6 serta santri kelas 6 yang akan segera lulus. Mereka menjalani masa persiapan khusus untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar. Yakni pembekalan sebelum mereka naik tingkat dan menjadi kakak kelas atau alumni.
“Proses pembekalan ini berlangsung sejak Ramadan hingga Syawal. Sehingga mereka tidak mudik,” ungkap Ustaz Riza.
Di PMDG, kata Riza pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam pola kehidupan sehari-hari. Para santri yang tetap bermukim diberikan materi dan latihan kepemimpinan agar siap menjadi teladan bagi adik-adik kelas mereka kelak.
Pun Riza menuturkan bahwa untuk santri kelas 1 hingga 4 diperbolehkan pulang kampung. Namun, kepulangan mereka bukan hanya sekadar liburan. Ada misi khusus yang diemban, yaitu mengaplikasikan ilmu yang didapat di pondok dalam kehidupan masyarakat.
“Santri yang pulang tidak hanya bersantai di rumah, tetapi juga mengabdi kepada masyarakat. Mereka harus mengamalkan ilmu yang telah dipelajari di pondok selama ini,” tambahnya.
Dari total 23 ribu santri di berbagai cabang Pondok Gontor, mayoritas kini tengah berada di kampung halaman. Namun, mereka dijadwalkan kembali ke pondok secara bertahap mulai 5 hingga 10 Syawal untuk kembali menempuh pendidikan.
Keputusan untuk tetap bermukim di pondok selama Ramadan dan Syawal ini sudah menjadi tradisi di PMDG. Bagi para santri yang mengalaminya, ini bukan sekadar aturan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan kesiapan mereka menghadapi jenjang kehidupan berikutnya.
“Para santri yang mudik ini dijadwalkan kembali ke pondok secara bertahap. Mulai 5 hingga 10 Syawal,” tutup Ustaz Riza. [end/aje]






