Blitar (beritajatim.com) – Kabupaten Blitar bakal memiliki peternakan sapi perah yang bakal menyaingi Greenfield Indonesia. Peternakan sapi perah ini diperkirakan akan memiliki sekitar 10 ekor.
Saat ini perusahaan sapi perah ini sudah membangun kandang sapi perahnya di Gunung Gede Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Bukan hanya kandang, disana kini juga ada 50 ekor sapi perah yang diternakan.
Nilai investasi peternakan sapi perah ini adalah sekitar Rp. 11 Miliar rupiah lebih. Informasi yang diperoleh investor peternakan sapi perah ini berasal dari Malang.
“Total investasinya sekitar Rp. 11 miliar rupiah tapi kemungkinan lebih karena untuk bangun kandang juga, sapinya rencananya impor dari Australia,” Kata Eko Susanto, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Kamis (29/02/24).
Total lahan yang dipersiapkan untuk peternakan sapi perah tersebut mencapai 25 hektar. Lokasi peternakan sapi perah ini juga sudah dipastikan jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini wajib ditaati agar warga sekitar tidak terdampak dari limbah peternakan sapi perah tersebut.
“Lokasinya itu juga jauh dari pemukiman, untuk kotoran sapinya itu juga dijadikan pupuk untuk perkebunannya sendiri, jadi kemungkinan terjadinya pencemaran kecil tapi masih dikaji lagi oleh DLH,” terangnya.
Saat ini pihak investor masih mengurus sejumlah izin terkait usaha peternakan sapi perah tersebut. Ada sejumlah izin yang telah keluar namun ada pula sejumlah izin yang ditolak dan perlu dikaji ulang. “Untuk izin NIB sudah keluar untuk amdal masih proses kemarin juga sempat ditolak tapi masih proses, izin dampak lingkungan juga masih proses,” imbuhnya.
Jika semua izin terpenuhi maka proses impor sapi perah bisa segera dilakukan. Artinya Kabupaten Blitar bakal memiliki dua peternakan sapi perah terbesar di Jawa Timur. (owi/kun)






