Bondowoso (beritajatim.com) – Di tengah krisis keterlambatan pasokan BBM di sejumlah SPBU wilayah Bondowoso, justru terjadi insiden tumpahan solar di jalur utama penghubung Bondowoso–Situbondo.
Ditemukannya tumpahan Solar ini bukan pertama kalinya. Sudah berulang kali petugas Damkar Bondowoso membersihkan tumpahan solar, baik di jalan raya Jember-Bondowoso, Situbondo-Bondowoso, maupun di Tamansari—wilayah perkotaan.
Kejadian ini juga menambah deretan ironi dari dampak penutupan Jalur Gumitir Banyuwangi–Jember sejak Kamis (24/7/2025). Penutupan jalan nasional yang kerap dilanda longsor itu diperkirakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan.
Akibatnya, kendaraan berat seperti truk dan mobil boks dialihkan melewati jalur alternatif Bondowoso menuju Situbondo. Volume lalu lintas meningkat tajam, bahkan menyebabkan kemacetan di sejumlah titik jalur Pantura.
Hal ini menyebabkan sebagian besar SPBU di Bondowoso mengalami keterlambatan pasokan BBM dari Depo Pertamina Tanjungwangi, Banyuwangi.
Tidak sedikit SPBU yang kosong dan harus menghentikan layanan sementara. Antrean panjang kendaraan roda dua dan empat pun menjadi pemandangan umum dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, beberapa kendaraan rela parkir di sekitaran SPBU sepanjang hari dan malam, menunggu pasokan BBM datang.
Di saat pasokan BBM terlambat, tumpahan solar justru ditemukan pada Minggu pagi (27/7/2025), sekitar pukul 05.58 WIB, di sepanjang jalur Bondowoso–Situbondo, tepatnya di wilayah Kecamatan Tenggarang dan sekitar depan Kelurahan Kademangan.
Petugas Damkar Bondowoso menerima laporan dari warga bernama Doni, lalu segera mengerahkan satu unit mobil water supply dan lima petugas: Edi Pranggono, Wijaya, Mukit, Yanto, dan Kadek.
Penyemprotan dan pembersihan dilakukan untuk menghindari kecelakaan di tengah lalu lintas padat. “Kami langsung bergerak setelah menerima laporan,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Bondowoso, Slamet Yantoko.
Ia menyebut, tumpahan solar itu mengakibatkan lokasi licin dan bisa sangat membahayakan pengendara. “Apalagi di jalur yang saat ini penuh kendaraan besar,” kata dia.
Usai penanganan, petugas kembali ke pos untuk siaga penuh. Mengingat tingginya intensitas kendaraan logistik dan distribusi yang melewati jalur ini, potensi insiden serupa bisa saja terulang. [awi/suf]






