Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mengusulkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna pengembangan pusat megalitikum yang berpotensi ditingkatkan menjadi museum.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid usai melakukan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan RI pada Jumat (25/7/2025). Menurutnya, pengembangan tidak hanya berfokus pada konservasi situs-situs megalitikum, tetapi juga pendataan menyeluruh terhadap obyek budaya hingga ke tingkat nasional.
“Pusat megalitikum kami usulkan untuk dikonservasi dengan baik melalui penelitian. Yang paling pokok adalah pengusulan tentang museum, kemungkinan PIMB akan ditingkatkan statusnya,” ungkap Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid kepada BeritaJatim.com melalui sambungan telepon.
Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang berada di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, selama ini menjadi lokasi edukasi dan wisata budaya, dengan menampilkan sejumlah situs peninggalan zaman megalitikum.
Bupati Hamid menjelaskan, proses pendataan terhadap situs maupun obyek kebudayaan telah dilakukan dari tingkat daerah hingga provinsi, dan kini Pemkab mendorong agar hasil pendataan tersebut diverifikasi serta dilaporkan ke pemerintah pusat.
Sebagai bagian dari pengembangan, Pemkab Bondowoso juga merencanakan pembangunan gedung tambahan untuk mendukung transformasi PIMB menjadi museum. “Untuk pembangunan sendiri, tergantung progres. Kalau memungkinkan, bisa dikerjakan tahun ini, tapi memang ada sejumlah prasyarat yang harus dilengkapi,” ujar Hamid.
Ia menekankan pentingnya pengembangan museum ini bukan hanya untuk pelestarian warisan budaya, tetapi juga sebagai potensi penggerak ekonomi lokal. “Kita harap ini juga bisa jadi pengungkit ekonomi, menarik kunjungan wisata maupun studi ke Bondowoso,” tambahnya. [awi/beq]






