Malang (beritajatim.com) – Gegap gempita Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang pada Sabtu, 7 Februari hingga Minggu, 8 Februari 2026 disambut oleh para jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bromo, Jalan Bromo, Kota Malang. Mereka menyediakan posko kesehatan dan tempat transit untuk menyambut kedatangan para jemaah sejak Sabtu sore.
Salah satu tim posko GKI Bromo Gung Putu Jaya (58 tahun) mengatakan, bahwa mereka menyediakan pelayanan posko kesehatan sejak Sabtu siang sampai berakhir acara Minggu kemarin. Mereka menyediakan 4 tenaga medis. 2 dokter dan 2 perawat untuk melayani cek kesehatan para jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU.
“Pelayanan posko kesehatan sejak Sabtu siang sampai berakhir acara yang dilayani yang sifatnya emergency pusing dan lain-lain, jika butuh perawatan ada tempat tidur,” kata Gung.
GKI Bromo sendiri telah disurvei oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota Putu Kholis Aryana pada Jumat, (6/2/2026) kemarin. Untuk GKI Bromo telah diproyeksikan menampung 200 jemaah NU dari wilayah Kediri.
“Karena peserta dari luar daerah kami dapat rombongan dari Kediri. Mereka transit disini perkiraan sampai jam 21.00 wib. Nanti ketika mereka datang kami siapkan, minuman, snack dan pisang,” ujar Gung.
Sementara itu, salah satu tenaga kesehatan di posko layanan GKI Bromo dokter Nunung Retno Wijayanti mengatakan bahwa mereka secara sukarela memberikan cek kesehatan gratis pada jemaah NU. Mereka akan menerapkan 2 sifth layanan untuk pemeriksaan kesehatan.
“Cek kesehatan meliputi cek tensi – cek saturasi – cek gula darah dan rawat luka. Sama kita sediakan obat emergeny obat mual, hipertensi, obat alergi, obat gula sama obat lambung. Kami secara sukarela dan tidak menggangu pekerjaan kami,” ujar Nunung. (luc/ian)






