Ponorogo (beritajatim.com) – Momentum Hari Raya Idul Fitri tahun ini membawa suasana berbeda bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo. Pihak rutan membuka kebijakan kunjungan khusus Lebaran selama 3 hari berturut-turut, mulai hari pertama hingga hari ketiga Idul Fitri. Kebijakan ini diambil untuk memberi ruang bagi narapidana merasakan hangatnya kebersamaan dengan keluarga, meski dalam keterbatasan.
Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan nuansa Lebaran bagi para warga binaan.
“Kebijakan ini kami keluarkan agar warga binaan dan keluarganya tetap bisa merasakan momen Idul Fitri,” kata Agung, Kamis (19/3/2026).
Meski kunjungan dibuka lebih longgar dibanding hari biasa, durasi pertemuan tetap dibatasi. Setiap warga binaan hanya diberi waktu 15 menit untuk bertatap muka dengan keluarga yang datang menjenguk. Hal ini dilakukan untuk mengatur antrean sekaligus menjaga ketertiban selama kunjungan berlangsung.
“Setiap kali kunjungan diberi waktu 15 menit,” ungkapnya.
Pelaksanaan kunjungan dibagi dalam dua sesi setiap harinya. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB, kemudian dilanjutkan kembali setelah istirahat, salat, dan makan (ishoma) pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Dengan sistem ini, rutan berharap seluruh warga binaan mendapat kesempatan yang sama untuk bertemu keluarga.
“Jadi ada 2 sesi, sesi pertama mulau pukul 09.00-11.30 WIB, dan sesi kedua dimulai pukul 13.00-15.00 WIB,” katanya.
Selain itu, jumlah pengunjung juga dibatasi maksimal 5 orang untuk setiap warga binaan. Pengunjung diwajibkan menunjukkan kartu keluarga sebagai bukti hubungan keluarga. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan kunjungan tetap tertib dan tepat sasaran.
Tak hanya pembatasan jumlah orang, barang bawaan juga diatur ketat. Setiap pengunjung hanya diperbolehkan membawa makanan atau barang dengan berat maksimal lima kilogram. Pembatasan ini dilakukan guna mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan rutan.
Sebagai alternatif bagi keluarga yang tidak bisa hadir langsung, pihak rutan juga menyediakan fasilitas komunikasi melalui sambungan telepon. Layanan ini diharapkan tetap menjaga hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga selama momen Lebaran. Kendati memberikan kelonggaran kunjungan, Agung menegaskan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami tetap memperketat pengamanan dan menjalankan SOP yang berlaku,” tegasnya.
Pengamanan kunjungan Lebaran ini juga melibatkan koordinasi dengan aparat Polri dan TNI. Setiap pengunjung diwajibkan menjalani pemeriksaan ketat di ruang sterilisasi sebelum memasuki area rutan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan Idul Fitri berlangsung. [end/ian]






