Pasuruan (beritajatim.com) – Nama bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Pasuruan terus bermunculan di beberapa sosial media. Salah satunya yakni nama Shobih Asrori yang muncul dalam bursa bakal calon wakil bupati pendamping Rusdi Sutejo.
Namun hal ini ditepis oleh kubu PKB yang dimana Shobih Asrori atau Gus Shobih merupakan anggota dari DPC PKB Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari naluri seorang politisi, di mana puncak karier politik dapat dicapai ketika berada dalam lingkaran kekuasaan, untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Selama berkarier di PKB, Gus Shobih telah beberapa periode menduduki kursi DPRD. Ia juga menegaskan bahwa puncak karier seorang politisi adalah ketika bisa masuk ke dalam eksekutif. “Saya tidak munafik, naluri seorang politisi pasti ingin mencapai puncak karier politiknya, baik sebagai bupati atau wakil bupati,” ujarnya.
Namun, Gus Shobih enggan berkomentar lebih jauh mengenai namanya yang masuk dalam bursa bakal calon wakil bupati pendamping Rusdi Sutejo, meskipun ia tetap menghormati wacana tersebut. “Sampai hari ini, saya adalah kader PKB,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Tanfidz DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Hindun Anisah, merespons kemunculan nama Gus Shobih dalam bursa tersebut sebagai bukti keberhasilan partainya dalam membentuk kader potensial. Meski begitu, ia menegaskan bahwa Gus Mujib tetap menjadi pilihan final PKB untuk Pilkada Pasuruan.
Ning Hindun juga telah mengumpulkan seluruh pengurus dan anggota fraksi PKB, dan semuanya sepakat untuk mendukung serta memenangkan Gus Mujib dalam Pilbup Pasuruan.
“Semua solid dan all out untuk memenangkan Gus Mujib. Ini sekaligus menjawab wacana terkait nama Gus Shobih sebagai bakal calon wakil bupati pendamping Rusdi,” pungkas Ning Hindun. (ada/kun)






