Situbondo (beritajatim.com) – Sebuah rumah semi permanen di Kampung Widoro Pasar, Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, ambruk pada bagian kamar saat penghuni sedang tertidur pada Jumat (17/4/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, rumah yang mengalami kerusakan itu milik Mohammad (39), yang tinggal bersama empat anggota keluarganya.
“Saat kejadian, Pak Mohammad sedang berada di rumah tetangga. Istrinya sedang tidur bersama anak-anak di dalam kamar. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti benda jatuh. Ketika dicek, bagian kamar rumahnya sudah ambruk,” ujar Sruwi, Sabtu (18/4/2026).
Meski kejadian berlangsung tiba-tiba, seluruh penghuni yang berada di dalam kamar berhasil selamat tanpa mengalami luka. Keluarga korban hanya mengalami syok akibat peristiwa tersebut.
“Beruntung istri dan anak-anaknya selamat. Ini menjadi pengingat penting untuk rutin memeriksa kondisi bangunan rumah,” tambahnya.
Berdasarkan hasil asesmen cepat Tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo, penyebab ambruknya dinding kamar diduga karena kondisi bangunan yang sudah lapuk atau kropos.
Bangunan rumah yang tergolong permanen namun berusia tua tersebut mengalami kerusakan pada dinding kamar dengan ukuran sekitar 3 x 2,5 meter. Sementara bagian rumah lainnya dilaporkan tidak terdampak.
Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp1,5 juta.
Pasca kejadian, pemilik rumah bersama warga setempat langsung melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan secara gotong royong. BPBD Situbondo bersama unsur kecamatan, kepolisian, TNI, serta pemerintah desa juga telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan koordinasi.
“Kami sudah menurunkan tim dan berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, serta pemerintah desa. Saat ini kondisi cuaca cerah berawan dan proses pembersihan berjalan lancar,” jelas Sruwi.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan, khususnya rumah yang telah berusia lebih dari 15 tahun. Pemeriksaan berkala dinilai penting, terutama menjelang musim penghujan yang berpotensi mempercepat kerusakan struktur bangunan. [awi/beq]






