Tuban (beritajatim.com) – Program pertanian yang diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bekerjasama dengan Yayasan eL-SAL Indonesia menggelar Gerakan Pengendalian Hama Tikus di Desa Campurejo dan Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Kamis (14/08/2025).
Ketua Umum Yayasan eL-SAL Indonesia, Imam Muqroni mengatakan bahwa Gerakan Pengendalian Hama Tikus ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap petani di wilayah yang dilewati jalur pipa EMCL untuk mengantisipasi serangan tikus di lahan persawahan masing-masing.
“Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Punggulrejo, Gapoktan Desa Campurejo serta Himpuan Petani Pemakai Air ( Hippa ) Campurejo,” terang Imam sapanya.
Selain untuk mengantisipasi serangan tikus, menurut Imam petani juga diberikan edukasi soal bagaimana meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil panen, serta memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di alam sekitar untuk digunakan sebagai pengendali hama.
“Jadi untuk mengusir hama tikus ini bisa menggunakan bahan pestisida secara alami,” imbuhnya.
Lanjut, Imam juga menjelaskan, adapun bahan pestisida untuk mengusir tikus yakni menggunakan bahan seperti buah Bintaro, urine hewan diantaranya Kelinci, Kambing, Sapi dan buah Mengkudu.
Sebelumnya, petani di wilayah yang dilewati jalur pipa EMCL di Kabupaten Tuban juga mendapatkan pelatihan pembuatan pestisida secara alami.
“Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, petani bisa mengendalikan hama tikus di sawahnya, sehingga mampu meningkatkan hasil pertaniannya,” kata Imam.
Sementara itu, Community Relations P&GA ExxonMobil Cepu Limited, Joni Wicaksono menambahkan, selain fasilitas rumah burung hantu gerakan ini sangat penting untuk dilakukan sebagai optimalisasi pengendalian hama tikus yang mewabah selama ini.
“Jadi melalui program ini, ada 2 strategi yang dilakukan, yaitu pengadaan rumah burung hantu dan gerakan bersama masyarakat khususnya petani dengan membuat pestisida nabati untuk pengendalian hama tikus,” tutup Joni Wicaksono. [dya/aje]






