Pamekasan (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirjo Pamekasan, menyediakan ruang isolasi khusus untuk menangani pasien penderita campak yang penyebarannya terus meningkat khususnya di wilayah setempat.
“Jika terjadi lonjakan pasien campak yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit ini, kami sediakan ruang isolasi khusus yang tempatnya terpisah dengan pasien umum lainnya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik RSUD Smart Pamekasan, Yosi Nugrahaini, Jum’at (5/9/2025).
Selain ruang isolasi khusus, pihkanya juga menyediakan sekitar 27 tempat tidur untuk menampung pasien campak rujukan. “Selain itu kami juga akan melakukan penambahan tenaga medis, seperti dokter dan perawat, termasuk alat kesehatan hingga obat-obatan bagi pasien campak,” ungkapnya.
“Ruang isolasi khusus ini kita sediakan sebagai bentuk antisipasi, mengingat RSUD (Smart) Pamekasan ini merupakan rumah sakit rujukan di Pulau Madura,” sambung pria yang notabene dokter spesialis patologi anatomi.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab kasus campak tidak hanya terjadi di Pamekasan, tetapi juga di kabupaten lain di Madura. “Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kasus campak bukan hanya terjadi di Pamekasan, tetapi juga di kabupaten lain di Madura, Bangkalan, Sampang dan Sumenep,” tegasnya.
Data yang dihimpun beritajatim.com, kasus campak di Pamekasan, tersebar di 18 desa atau kelurahan di wilayah setempat. Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, per 2 September 2025, tercatat jumlah suspek campak sebanyak 376 kasus, 160 positif, 46 negatif dan sebanyak 6 di antaranya meninggal dunia.
Bahkan jumlah tersebut kembali meningkat berdasar data Dinkes Pamekasan, per 4 September 2025 kemarin. Di mana angka suspek campak naik menjadi 417 kasus, sebanyak 160 pasien dinyatakan positif, dan pasien meninggal dunia tercatat 6 orang. [pin/suf]






