Jember (beritajatim.com) – RSPMG (Rumah Sakit Penyakit Mulut dan Gigi) Universitas Jember mengingatkan masyarakat agar jangan meremehkan bibir sumbing. Kondisi ini dipicu dan bisa menyebabkan kekurangan gizi. Penanganan bibir sumbing harus sejak dini.
Dokter RSGMP Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Zainul Cholid, mengatakan ada beberapa faktor penyebab bibir sumbing.
“Secara teori, bibir sumbing bisa diakibatkan beberapa hal, di antaranya ibu hamil kekurangan gizi, ibu hamil meminum jamu atau obat tertentu tanpa pengawasan dokter, ibu hamil mengalami kecelakaan hingga faktor genetis,” kata Zainul, sebagaimana dilansir Humas Unej, Sabtu (25/2/2023).
Menurut Zainul, makin awal ditangani maka akan semakin baik. “Bibir sumbing akan berpengaruh terhadap kesehatan dan penyerapan gizi anak, mengingat fungsi gigi dan mulut dalam mengolahan makanan, dan tentu secara estetis akan membuat si anak lebih percaya diri,” katanya.
BACA JUGA: Jalan Terpendek di Jember Dinamai Sudarman, Siapa Dia?
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember Rahardyan Parnaadji menambahkan, jika fungsi gigi dan mulut terganggu, maka seseorang tidak bisa mengolah makanan dengan baik. “Ini artinya gizi dalam makanan tidak akan terserap oleh tubuh,” katanya.
Rahardyan mengatakan, kondisi ini berbahaya bagi anak karena akan mengakibatkan tengkes (stunting). “Oleh karena itulah anak yang mengalami bibir sumbing harus mendapatkan penanganan sejak awal,” katanya.
Penanganan bibit sumbing adalah dengan operasi besar. Pasien harus dibius total agar operasi yang memakan waktu satu jam lebih berjalan lancar. Zainul mengatakan, operasi ini bergantung pada kondisi bibir sumbing pasien. “Idealnya pasien mendapatkan tindakan operasi selagi usia dini, agar pemulihan bisa lebih optimal. Minimal di usia empat bulan operasi bibir sumbing sudah bisa dilakukan,” katanya.
BACA JUGA: Sejarah Masjid Baitul Amien Jember yang Dibangun dengan Urunan Botol dan Gabah
Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Universitas Jember dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Timur bekerja sama melakukan empat operasi bibir sumbing bagi balita dari Sidoarjo, Probolinggom dan Jember, Sabtu (25/2/2023). Operasi ini merupakan bagian dari peringatan hari ulang tahun PDGI.
Direktur RSGMP Universitas Jember FX. Adi Soesetijo mengatakan, operasi bibir sumbing kali ini melibatkan empat dokter spesialis bedah mulut, dengan dukungan dokter spesialis anak dan dokter spesialis anestesi. RSGMP sendiri terakreditasi paripurna dan menjadi rumah sakit rujukan untuk gigi dan mulut di wilayah Tapal Kuda, serta memuliki 19 orang dokter gigi spesialis dari beragam bidang yang siap melayani masyarakat. [wir/beq]






