Jombang (beritajatim.com) – Rumah Sakit Hasyim Asy’ari Tebuireng di Jombang beroperasi secara formal pada Kamis (2/2/2023). Dibukanya pelayanan rumah sakit untuk semua lapisan masyarakat tersebut bertepatan dengan tiga tahun wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.
Almarhum Gus Sholah adalah inisiator berdirinya RS Hasyim Asyari Tebuireng Jombang. Saat memulai pembangunan rumah sakit tersebut, Gus Sholah menjadi pengasuh pondok pesantren Tebuireng Jombang. Namun sayang, adik kandung Gus Dur itu tak sempat melihat RS berlantai tiga tersebut berdiri megah. Karena Gus Sholah lebih dulu wafat, yakni pada Minggu (2/2/2020).
General Manager Wakaf Dompet Dhuafa, Bobby Manulang, Sabtu (4/2/2023), menjelaskan, pihaknya merasa bangga karena Dompet Dhuafa selaku nadzir wakaf kembali bisa menunaikan terwujudnya rumah sakit wakaf yang baru di Jombang, Jawa Timur. Hal yang lebih membanggakan adalah rumah sakit tersebut buah dari kolaborasi dengan pesantren Tebuireng yang merupakan institusi pendidikan yang menghasilkan banyak tokoh nasional dan pejuang kemerdekaan.
“Rumah Sakit ini seakan melanjutkan perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan. Kolaborasi dalam wakaf ini tentunya juga menghadirkan wajah islam yg rahmatan lil alamiin dengan memberi manfaat atas beroperasinya obyek wakaf ini,” kata Bobby dalam siaran persnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”rs-hasyim-asyari-tebuireng”]
Bobby berharap dengan aktifasi Rumah Sakit Hasyim Asy’ari berbasis wakaf ini dapat memicu animo masyarakat untuk berwakaf. Menurutnya, nasihat yang paling baik adalah dengan memberi contoh. Terwujudnya Rumah Sakit Hasyim Asy’ari sejatinya merupakan komitmen Dompet Dhuafa untuk menjalankan amanah donatur dalam membangun asset wakaf dengan manfaat yang berkelanjutan.
Selain bangunannya megah, rumah sakit tersebut juga sangat asri. Pepohonan rindang tumbuh menghijau di sekitarnya. Di kanan kirinya, area persawahan membentang luas. Komplek makam Gus Dur terlihat jelas dari rumah sakit ini. Juga menara MINHA (Museum Islan Nasional Hasyim Asyari) nampak dengan jelas.
Terakit berdirinya rumah sakitu tersebut dimulai pada September 2018. Dompet Dhuafa melakukan peletakkan batu pertama dalam rangka pembangunan rumah sakit berbasis wakaf produktif, bekerjasama dengan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Rumah Sakit tersebut kemudian diberi nama RS Hasyim Asy’ari, yang merupakan tokoh besar dakwah Nasional sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng.

Semua itu berawal ketika Gus Sholah berkunjung ke Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa Parung, Bogor, sekitar tahun 2016. Nah, kunjungan tersebut menjadi inisiasi bagi Gus Sholah untuk mendirikan RS Hasyim Asyari Tebuireng Jombang.
Selanjutnya, Yayasan Pesantren Tebuireng mewakafkan lahan seluas satu hektar untuk pembangunan rumah sakit serupa kepada Dompet Dhuafa. Lokasinya masih dalam lingkungan Pesantren Tebuireng Kecamatan Diwek Jombang. Tidak jauh dari sebidang tanah itu, terletak Makam Gus Dur. Beberapa kesempatan survei pun dilakukan.
Hingga akhirnya pembangunan dimulai pada 2018. Lalu pada 2020 pembangunan rumah sakit secara umum bisa kita selesaikan sampai konsntruksi utama. Satu tahun setelahnya (2021) dilakukan upaya mendetailkan rumah sakit tersebut. Tujuannya, agar sesuai dengan kebutuhan fasilitas yang disyaratkan akreditasi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pesantren-tebuireng”]
Rumah Sakit ini, lanjut Bobby, akan menjadi contoh sekaligus bukti bahwa apa yang donatur berikan tidaklah sia-sia dan nyata manfaatnya. “Semoga dengan mulai beroperasinya Rumah Sakit ini akan banyak kesaksian-kesaksian para penerima manfaat yang bisa khalayak dengar dan lihat agar menjadi motivasi dan daya dukung lebih baik lagi kepada Dompet Dhuafa untuk mengembangkan asset wakaf. Kami akan jadikan ini sebagai sebuah story kepada publik bahwa wakaf yang ditunaikan secara bersama-sama bisa menghasilkan karya yang dahsyat,” katanya.
Perwakilan Yayasan Pondok Pesantren Tebuireng, Gus Gofar, juga menyatakan rasa syukurnya. Dia memaparkan bahwa RS Hasyim Asy’ari adalah rumah sakit baru yang bukan tumbuh dari klinik, namun langsung dibangun menjadi rumah sakit tipe C. Menurutnya, perlu ada sosialisasi ke masyarakat mengenai keberadaan rumah sakit berbasis wakaf tersebut. “Kebetulan di Jombang Selatan belum ada rumah sakit tipe ini,” katanya.
Gus Gofar juga mengingatkan, RS Hasyim Asy’ari merupakan cita-cita KH Salahuddin Wahid dan Parni Hadi. Dia berharap semoga lekas terwujud dan menjadi manfaat. “Alhamdulillah, dengan resmi dibuka layanan RS Hasyim Asy’ari ini, diharapkan dapat menebar manfaat untuk masyarakat luas di wilayah jombang khususnya para dhuafa,” ujar Gus Gofar.

Sementara itu, pembukaan rumah sakit ini ditandai dengan doa bersama, yang turut dihadiri Ibu Nyai Farida selaku istri dari alm. Gus Sholah, Billy Wahid selaku Komisaris PT. Tebuireng DDM, Direktur RS Hasyim Asy’ari dr. Aria Dewanggana, MARS., serta sejumlah karyawan RS Hasyim Asy’ari.
Hasyim Asy’ari adalah rumah sakit wakaf yang menggunakan konsep sehat fisik, sehat mental, sehat sosial dan sehat rohani. RS. Hasyim Asy’ari berupaya mengoptimalkan nilai-nilai kebaikan dari KH. Hasyim Asy’ari agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dhuafa yang memerlukan layanan kesehatan yang amanah dan profesional.
Bangunan dengan 3 (tiga) lantai ini memiliki fasilitas dan pelayanan sebagai Rumah Sakit Tipe C. Hal ini mendasar, dengan memilih Tipe C, maka RS Hasyim Asyari dapat melayani lebih banyak dhuafa. Adapun ruang yang sudah dibangun beberapa di antaranya ialah apotik, poliklinik, ruang ICU, fisiologi, radiologi, CT Scan, ruang inap, endoskopi, laboratorium, dan lain-lainnya. [suf/ted]






