Surabaya (beritajatim.com) – Peneliti Telkom University (Tel-U) Surabaya mengembangkan inovasi untuk mengukur daya tahan lampu LED melalui perlakuan spread spectrum. Teknologi ini dirancang khusus untuk menekan interferensi gelombang elektronik.
Inovasi tersebut menggunakan metode modulasi gelombang sinus dan ramp. Perlakuan ini untuk membandingkan masa pakai lampu dengan atau tanpa gangguan frekuensi tinggi pada komponen listrik.
Staf LPPM Tel-U Surabaya, Muhammad Dwi Hariyanto, menjelaskan bahwa alat ini mampu mendeteksi besaran interferensi. Fenomena tersebut sering memperpendek masa pakai perangkat elektronik di sekitar lampu.
“Kita buat alat untuk mengetahui seberapa besar interferensi pada lampu LED. Tujuannya agar kita tahu masa pakai lampu tersebut,” ujar Hariyanto dikutip Jumat (6/3/2026).
Riset ini didanai hibah Kementerian Ristek Dikti melalui program Bima selama dua tahun. Saat ini, tim peneliti telah berhasil merampungkan fase purwarupa fungsional untuk pengujian data.
Direktur Tel-U Surabaya, Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, menyebut lampu LED menghasilkan interferensi dari switching frekuensi tinggi. Gangguan ini berpotensi mengganggu peralatan elektronik lain dalam satu jaringan listrik.
“Kami menerapkan spread spectrum untuk menyebar frekuensi switching agar dampaknya mengecil. Awalnya satu titik frekuensi, kini disebar agar menyerupai noise,” kata Yanuar.
Berdasarkan data riset, penggunaan teknologi penekan interferensi tersebut berdampak pada durasi pakai lampu. Prediksi menunjukkan penurunan masa pakai dari 10.000 jam menjadi sekitar 6.000 jam.
Selain efisiensi lampu, kampus ini tengah mengembangkan robot Pikobot untuk pemulihan pasien pascastroke. Ada pula sistem smart farming yang menggunakan penambahan booster karbon dioksida (CO2).
Inovasi lainnya yaitu aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi dini stunting. Sistem tersebut menggunakan parameter berat dan tinggi badan untuk memberikan rekomendasi kesehatan otomatis.
Pendanaan riset LED ini mencapai Rp117 juta dari pemerintah. Secara total, Tel-U Surabaya telah mengumpulkan dana hibah penelitian eksternal hingga Rp1,4 miliar untuk berbagai pengembangan teknologi.
Dukungan riset ini diharapkan mampu memberikan solusi praktis bagi industri elektronik. Pengembangan modul perangkat rencananya akan terus dimatangkan pada tahun kedua masa penelitian berjalan. [ipl/suf]






