Jakarta (beritajatim.com) – Kericuhan antara pengawal Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dengan jurnalis terjadi usai pemeriksaan Airlangga oleh Kejaksaan Agung. Ketua Umum Partai Golkar itu diperiksa dalam perkara dugaan korupsi izin ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya, termasuk minyak goreng periode 2021-2022.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi terkait ketidaknyamanan yang terjadi usai pemeriksaan. “Kami berterima kasih atas kesediaan teman-teman wartawan menunggu sekitar 12 jam pemeriksaan dan kami juga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi usai
pemeriksaan,” ujar Haryo, Selasa (25/7/2023).
Dia menyebut, pihak Kemenko Perekonomian sudah melakukan klarifikasi dan memastikan bahwa tidak ada Protokoler Kemenko Perekonomian yang mengucapkan kata-kata tembak. Haryo Limanseto juga menyampaikan bahwa Protokoler Kemenko Perekonomian telah memiliki SOP tersendiri dalam melaksanakan pendampingan kepada pimpinan dan dalam menjalankan tugasnya. “Protokol Kemenko Perekonomian tidak dibekali dengan senjata.
Seperti diketahui, usai menjalani pemeriksaan, Airlangga enggan menjelaskan lebih rinci terkait pemeriksaan yang dijalaninya ketika ditanya wartawan. Sempat terjadi kericuhan saat Airlangga menuju mobilnya, Land Cruiser berwarna Hitam dengan nomor polisi B 2585 SJI.
Saat Airlangga mendekati mobil, salah satu pengawal Ketua Umum Partai Golkar itu berteriak dengan nada ancaman menembak. “Woy buka jalan, gue tembak! tembak lo,” ancam pengawal Airlangg. Pengawal Airlangga tersebut juga melontarkan kalimat-kalimat umpatan kepada jurnalis. [kun]
BACA JUGA:
Dewan Pers Kecam Kericuhan Usai Airlangga Hartarto Diperiksa






