Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengucurkan dana sebesar Rp69,7 miliar untuk merevitalisasi dan merehabilitasi 51 gedung SMA, SMK, serta SLB di wilayah Lamongan dan Gresik.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan langsung fasilitas pendidikan tersebut di SMAN 2 Lamongan. Langkah ini untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh siswa.
Dana senilai Rp42,29 miliar dialokasikan khusus untuk 32 satuan pendidikan di Lamongan. Sementara itu, Gresik menerima anggaran sebesar Rp27,4 miliar untuk perbaikan sarana di 19 sekolah.
“Kita ingin menyampaikan pesan bahwa ada daya dukung lingkungan di sekolah yang harus kita siapkan dan kita jaga bersama,” ujar Khofifah, dikutip Kamis (5/3/2026).
Selain perbaikan fisik ruang kelas, Khofifah menekankan pentingnya pemeliharaan fasilitas sanitasi secara berkala. Ia menyoroti kebersihan toilet sekolah sebagai bagian vital dari standar pola hidup bersih di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai merinci perbaikan meliputi ruang kelas, laboratorium, hingga ruang praktik. Fasilitas modern ini disesuaikan dengan standar kebutuhan industri, terutama bagi siswa jenjang SMK.
“Peningkatan fasilitas dapat memperkuat kualitas pembelajaran khususnya di SMK yang membutuhkan sarana prasarana modern sesuai kebutuhan industri,” kata Aries.
Proyek ini juga mengintegrasikan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di 75 sekolah. Siswa kini memiliki area budidaya sayur, buah, hingga peternakan sebagai ruang pembelajaran kemandirian di luar kelas.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Effendi mengapresiasi dukungan infrastruktur ini demi mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saat ini, capaian IPM Lamongan menyentuh angka 76,8 atau berada di atas rata-rata Provinsi Jatim.
Ia menambahkan, perbaikan sarana fisik ini melengkapi program beasiswa pendidikan yang telah berjalan konsisten di wilayahnya. “Kami berprinsip tidak boleh ada anak Lamongan yang tidak sekolah,” tuturnya.
Adapun pengerjaan fisik program ini meliputi pembangunan ruang kelas baru, laboratorium IPA, hingga ruang praktik siswa untuk kompetensi keahlian tertentu. Seluruh fasilitas kini siap digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar tahun ajaran berjalan. [ipl/ian]






