Tuban (beritajatim.com) – Ribuan masyarakat memadati area Klenteng Kwan Sing Bio saat perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dimeriahkan pertunjukan Reog Ponorogo. Meski berlangsung di bulan Ramadan, antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk menyaksikan berbagai hiburan budaya yang disuguhkan.
Selain Reog Ponorogo, perayaan juga menghadirkan Barongsai, Liang Liong, serta berbagai kesenian tradisional lainnya yang menambah kemeriahan suasana.
Ketua penyelenggara acara, Go Tjong Ping mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Imlek sekaligus pesta rakyat untuk masyarakat luas. Pihaknya juga menyediakan layanan pengobatan tradisional gratis, mulai dari akupunktur hingga pijat refleksi.
“Kami juga menyediakan layanan pengobatan tradisional gratis mulai dari tusuk jarum atau akupunktur hingga pijat refleksi yang terbuka untuk umum,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Suasana semakin meriah dengan adanya pengundian doorprize berupa berbagai hadiah menarik, mulai dari kulkas hingga sepeda listrik sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung.
Menurut pria yang juga disapa Teguh Prabowo Gunawan itu, pesta rakyat ini bertujuan membangkitkan kembali aktivitas klenteng yang belakangan terasa sepi. Ia berharap masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah, semakin tertarik berkunjung ke klenteng yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara tersebut.
“Tentu ini menunjukkan bahwa Klenteng Kwan Sing Bio dapat menjadi ikon wisata religi dan budaya bagi masyarakat luas, tanpa memandang latar belakang agama,” tuturnya.
Ia menambahkan, pemilihan Reog Ponorogo dalam perayaan Imlek memiliki makna filosofis sebagai simbol pelestarian budaya Nusantara dan diyakini memiliki nilai penolak bala.
“Harapannya, dengan adanya kegiatan seperti ini, kejayaan Klenteng Kwan Sing Bio dapat kembali pulih,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Shafa (27), mengaku sengaja datang untuk kedua kalinya menyaksikan perayaan Imlek di lokasi tersebut. Ia menilai perayaan tahun ini lebih meriah dibanding sebelumnya.
“Kemarin pas Hari Imlek juga ada Barongsai, sekarang lebih meriah karena ada Reognya juga,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa terus digelar karena menjadi hiburan gratis yang menarik bagi masyarakat Tuban.
“Semoga nanti ada lagi yang lebih meriah,” pungkasnya. [dya/but]






