Malang (beritajatim.com) – Renovasi Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, mulai dikebut. Penyedia jasa revitalisasi revonasi Kanjuruhan, dilakukan oleh PT Waskita Karya dan PT Brantas Abipraya (Persero) dengan sistem KSO atau Kerjasama Operasional.
Pantauan beritajatim.com Selasa (19/9/2023) siang, sejumlah sudut dan kios bangunan Stadion Kanjuruhan, mulai robohkan. Menanggapi hal ini, Project Manager PT Waskita Karya, Vino Pramudya menjelaskan, langkah awal yang dilakukan saat ini adalah membuat pagar sebagai self facility itu kawasan aman yang tertutup.
“Dilangkah ini kita melakukan awal pembangunan pagar dan self facility. Pengerjaan ini masih sedikit, kemudian kita buatkan nanti ada barak untuk pekerja, gudang dan lain lainnya,” tutur Vino, Selasa (19/9/2023) siang ditemui beritajatim.com dilokasi Renovasi Stadion Kanjuruhan.
Menurut Vino, setalah itu pihaknya bakal melakukan kajian teknis terhadap struktur bangunan stadion kanjuruhan. “Ini kan bangunan yang akan kita revitalisasi, kita akan renovasi, dan kita berangkat dari analisa teknis yang kita dapat dari konsultan perencana, kita berangkatnya dari situ. Nanti kita lanjutkan ke struktur, kita lanjutkan ke arsiteknya, kemudian nanti ada penggantian rumput stadion dan lintasan atletik dan pembaruan atap stadion. Kemungkinan lingkup awalnya disitu dulu,” tutur Vino.

Soal monumen Tragedi Kanjuruhan, Vino menyebut, saat ini memang ada bahasan untuk itu (Monumen-red). “Monumen rencana di gate 13 ini masih dilakukan pembahasan, monumen atau sarana memorabilia terhadap tragedi yang kemarin. Ini masih dalam tahap pembahasan. Untuk konsep sendiri ada dari pihak Pemkab Malang, Dispora, PUPR dan kami selaku penyedia jasa saja,” tuturnya.
Vino bilang, konsep monumen bisa on proses atau ada perkembangan. “Tapi nanti secara konsep akan berkembang, mungkin nanti on proses, kalau sudah ada otomatis nanti akan kami bongkar,” ucapnya.
Terkait kapan renovasi selesai, Vino mengaku sesuai scedule awal akan selesai di 16 bulan pengerjaan. “Untuk kami scedule awal memang 16 bulan, cuman memang nanti ya dukungan dan performa yang maksimal harus kami laksanakan. Saemoga nanti dalam berjalannya waktu dapat membantu kami untuk menyelesaikan proyek ini lebih cepat. Cuman memang yang ditargetkan PUPR adalah 16 bulan,” tegasnya.
Vino menambahkan, secara garis besar, memang akan ada perubahan wajah Stadion Kanjuruhan secara signifikan. “Sebetulnya nanti yang paling signifikan perubahannya stadion ini sebelumnya kan belum single seat ya, nanti akan kita tambahkan bangku, single seat berjumlah 21 ribu seat. Dengan fasilitas ada lintasan atletik, sistem masuknya penonton, termasuk kita juga perbaiki pintu masuk penonton. Untuk menciptakan desain baru yang lebih Safe ataupun lebih aman untuk suporter dari sepakbola ini,” pungkasnya. (yog/kun)
BACA JUGA: Tahapan Renovasi Stadion Kanjuruhan Malang Dimulai






