Surabaya (beritajatim.com) – Perubahan jadwal mendadak dalam kalender pramusim kerap menjadi ujian terberat bagi tim kepelatihan dalam menyusun skema kebugaran pemain.
Ketika fokus awal dirancang untuk menggembleng ketahanan fisik, perubahan agenda memaksa tim langsung terjun ke dalam kompetisi bertensi tinggi.
Tantangan adaptasi taktis ini kini membayang-bayangi persiapan klub jelang duel pembuka turnamen bergengsi.
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menghadapi tantangan besar menyusul perubahan jadwal mendadak jelang laga panas melawan Persebaya Surabaya di Piala Presiden pada Minggu (26/7/2026) di Stadion Gelora Bung Tomo.
Rencana awal Macan Kemayoran untuk menggelar Training Camp (TC) di Thailand selama tiga pekan terpaksa dirombak total akibat keikutsertaan tim di turnamen pramusim ini.
Kendati kondisi fisik anak asuhnya belum mencapai titik ideal usai libur panjang, pelatih asal Korea Selatan tersebut menuntut sikap profesionalisme penuh.
“Jujur, mulai dari tanggal 27 Juli harusnya kita training camp ke Thailand selama 3 minggu, tetapi tiba-tiba ada perubahan jadwal. Jadi belum ada setting target, tetapi kita profesional jadi walaupun tidak sempurna, walaupun tidak baik dalam kondisi para pemain, Coach tegaskan kita harus bisa membawa prestasi yang baik,” ujar Shin Tae-yong pada Sabtu (25/7/2026).
Padatnya jadwal serta terbaginya fokus pemain yang membela klub dan Tim Nasional membuat strategi pemulihan kondisi menjadi perhatian utama.
STY tidak menampik bahwa mengkondisikan fisik pemain di tengah kompetisi yang berjalan tiba-tiba bukanlah perkara mudah.
“Memang sulit sekali untuk membicarakan bagaimana harus kita membuat kondisi para pemain jadi stabil, tetapi mau tak mau ya kita udah datang ke Piala Presiden, kita harus bisa kondisikan situasi ini agar para pemain bisa tetap stabil setiap pertandingan,” jelasnya.
Meski Keberangkatan terpaksa tertunda, STY memastikan bahwa program pemusatan latihan ke luar negeri tersebut tidak sepenuhnya dibatalkan.
“Memang setelah selesai turnamen ini juga akan training camp ke Thailand dan akan mempersiapkan timnya lebih baik lagi sampai sebelum liga dimulai,” tutup juru taktik berusia 55 tahun tersebut. [way/ian]






