Surabaya (beritajatim.com) – Isu tak sedap mengenai rekam jejak dan sanksi disiplin pelatih papan atas kerap berembus kencang menjelang laga-laga krusial di kancah sepak bola nasional. Munculnya berbagai spekulasi hukum di luar negeri kerap memicu kekhawatiran di kalangan para pendukung setia.
Menjawab rumor liar yang berkembang pesat di media sosial, juru taktik anyar ini akhirnya secara terbuka membeberkan fakta sebenarnya.
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memberikan klarifikasi tegas mengenai spekulasi dan isu tidak sedap terkait pengangkatannya sebagai nakhoda baru Macan Kemayoran.
Di tengah hebohnya keputusan Komite Disiplin KFA yang menjatuhkan sanksi skorsing 10 tahun di dunia sepak bola Korea Selatan akibat kontroversi saat menukangi Ulsan HD pada paruh akhir 2025, STY memastikan status hukumnya aman untuk melatih di Indonesia.
Ia membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya dijatuhi sanksi larangan melatih selama satu dekade yang membatasi karier profesionalnya di level klub internasional.
“Tidak ada masalah sama sekali untuk menjabat pelatih Persija. Dan itu pun bukan 10 tahun,” tegas Shin Tae-yong pada Sabtu (25/7/2026).
Mantan pelatih Timnas Indonesia dan Ulsan HD tersebut mengakui adanya dinamika serta perlakuan kurang adil yang dialaminya belakangan ini di negeri asalnya.
Kendati menyimpan kepahitan atas kontroversi yang terjadi, STY memilih untuk tetap bersikap profesional dan enggan memperpanjang polemik di ranah publik.
“Memang banyak hal-hal yang tidak adil bagi saya, tetapi sebagai mantan pelatih Ulsan HD, saya akan menerima semuanya. Saya datang ke Persija Jakarta untuk Persija sendiri. Jadi saya akan fokus untuk tim ini,” tambahnya.
STY kembali menegaskan bahwa kabar sanksi 10 tahun tersebut sama sekali tidak menghalangi komitmennya di ibu kota.
Kini, fokus utamanya tertuju sepenuhnya untuk meramu taktik Macan Kemayoran agar mampu tampil menghentak dan memberikan hasil yang memuaskan bagi The Jakmania. [way/ian]






