Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November, SMA Negeri 2 Surabaya menggelar acara drama kolosal bertajuk “Rememora Ambarawa” yang mengangkat kisah heroik Pertempuran Ambarawa.
Kegiatan yang berlangsung di jalan Wijayakusuma ini, tepatnya di depan gerbang SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2, berhasil memukau penonton yang datang dari berbagai kalangan masyarakat.
Ketua OSIS SMAN 2 Surabaya, Yudha Wanda Al-Hakim, yang juga memerankan tokoh Bung Karno, menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan drama ini adalah untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap sejarah bangsa.
“Saya dan teman-teman Areksmada ’71 mendapat kesempatan untuk menciptakan inovasi event dalam bidang sejarah dan kebudayaan. Kami ingin generasi muda memahami pentingnya melestarikan sejarah bangsa,” ungkap Yudha, Selasa (12/11/2024).
Kepala sekolah SMAN 2 Surabaya Titik Hariani mengatakan kegiatan ini juga merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di kelas XII. Acara ini tidak hanya menampilkan drama kolosal, tetapi juga tarian hasil seleksi siswa kelas XI sebagai bagian dari pelaksanaan P5.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong-royong, kepemimpinan, serta rasa cinta dan bangga terhadap bangsa. Drama kolosal dipilih sebagai media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut,” ujar Titik.
Sylvia Yahya, salah satu perwakilan wali murid, merasa bangga dan terharu melihat antusiasme siswa dalam acara ini. “Rasa bangga dan haru melihat siswa-siswi SMAN 2 Surabaya yang sangat totalitas dalam memainkan peran. Pembelajaran seperti ini pasti akan berkesan bagi anak-anak,” ujarnya.
Kentaro Budhianto, siswa kelas XI yang turut menyaksikan drama kolosal tersebut, berharap acara serupa bisa menjadi tradisi tahunan di sekolahnya. “Pembelajaran sejarah dengan menyaksikan drama kolosal ini membuat seakan-akan kita terlibat langsung, keren banget. Semoga ini jadi event tahunan di Smada,” kata Kentaro.
Dengan adanya kolaborasi ini, SMAN 2 Surabaya berharap dapat terus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mengenalkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda, sekaligus menjadikan sejarah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Dengan menggabungkan peringatan Hari Pahlawan dan pelaksanaan P5, semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah. Tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mendalam bagi siswa untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Titik.[asg/kun]






