Bondowoso (beritajatim.com) – Setelah dua hari pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan remaja laki-laki berinisial R (14), warga Kecamatan Wonosari, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di aliran Sungai Bosamba, Desa Tamankrocok, Kabupaten Bondowoso.
Korban ditemukan pada Selasa pagi (22/7/2025) pukul 08.00 WIB, sekitar 300 meter dari titik awal kejadian. Penemuan bermula dari laporan warga saat apel pagi yang kemudian segera ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan.
“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke puskesmas dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, kepada BeritaJatim.com, Selasa pagi.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Situasi di wilayah Tamankrocok dilaporkan dalam kondisi aman dengan cuaca cerah.
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula pada Minggu, 20 Juli 2025, sekitar pukul 14.20 WIB, ketika korban diduga terseret arus saat berada di sekitar aliran Sungai Bosamba. Peristiwa tersebut baru diketahui warga pada sore harinya.
Pukul 19.20 WIB di hari yang sama, BPBD Bondowoso menerima laporan dari warga melalui WhatsApp terkait hilangnya seorang anak di sungai. Keesokan harinya, Senin (21/7/2025), operasi pencarian dimulai sejak pagi. Tim SAR dibagi menjadi tiga unit pencarian (Search and Rescue Unit/SRU). SRU 1 dan SRU 2 melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting dari titik awal kejadian hingga tikungan kedua sungai, sementara SRU 3 menyisir area sekitar lokasi menggunakan perahu LCR.
Namun hingga pukul 16.00 WIB, hasil pencarian masih nihil. Baru pada Selasa pagi (22/7/2025) pukul 07.30 WIB, warga melaporkan adanya dugaan penampakan korban. Sekitar pukul 08.00 WIB, korban ditemukan sejauh 300 meter dari lokasi awal kejadian dan langsung dievakuasi oleh tim gabungan.
Menanggapi insiden ini, BPBD Bondowoso mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area sungai dan lokasi rawan lainnya.
“Kami mengajak seluruh orang tua dan masyarakat agar tidak lengah. Edukasi tentang bahaya bermain di sungai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” tegas Sigit. [awi/beq]






