Madiun (beritajatim.com) – Kepergian Serda Hengki Noto Susanto dalam insiden ledakan amunisi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan TNI AD meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di mata orang-orang terdekatnya, almarhum dikenal sebagai sosok sederhana, religius, dan memiliki tekad kuat menjadi prajurit sejak remaja.
Kakak kandung almarhum, Hendri Siswo Susanto, mengatakan cita-cita menjadi anggota TNI sudah diimpikan Hengki sejak masih duduk di bangku SMA. Keinginan tersebut akhirnya terwujud hingga ia mengabdikan diri sebagai prajurit selama bertahun-tahun.
“Memang sejak dari sekolah SMA cita-citanya ingin jadi tentara,” ujar Hendri saat ditemui di rumah duka di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jumat (17/7/2026).
Sebelum bertugas di Gupusmu Madiun, Hengki sempat menjalani penugasan di Timika, Papua, selama hampir 15 tahun. Selama masa penugasan tersebut, istri dan kedua anaknya ikut tinggal bersamanya. Dan sekitar dua tahun terakhir, ia mendapat penempatan baru di Gupusmu II Pusat Peralatan TNI AD Madiun.
Menurut Hendri, adiknya merupakan pribadi yang bertanggung jawab terhadap keluarga sekaligus taat menjalankan ibadah. Sikap rendah hati dan mudah bergaul membuat almarhum dikenal baik oleh keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Keluarga juga tidak merasakan tanda-tanda ataupun firasat sebelum peristiwa itu terjadi. Komunikasi dengan almarhum berlangsung seperti biasa hingga beberapa hari sebelum insiden.
“Kalau komunikasi hampir setiap saat biasa lewat HP. Bahkan adik itu sempat ketemu sama ibu sekitar tiga hari sebelum kejadian,” kata Hendri.
Saat kabar duka datang, keluarga mengaku sangat terpukul karena sama sekali tidak menyangka musibah tersebut akan merenggut nyawa Hengki.
“Kami sekeluarga enggak ada firasat apa-apa. Baik Ibu, saya, maupun istrinya juga tidak merasa ada tanda-tanda sebelumnya,” ungkap Hendri.
Serda Hengki meninggalkan seorang istri dan dua anak. Anak sulungnya kini duduk di bangku kelas VI sekolah dasar, sedangkan anak keduanya masih berusia PAUD. Jenazah almarhum telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Sidorejo pada Kamis (16/7/2026) malam.
Hendri menambahkan, Hengki merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Sementara adik bungsunya sejak kecil diasuh dan diangkat anak oleh kerabat. Bagi keluarga, Hengki akan selalu dikenang sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya untuk keluarga sekaligus menjalankan tugas negara hingga akhir hayatnya. (rbr/but)






