Ringkasan Berita:
- Herman Budianto, relawan asal Ponorogo, dikabarkan telah dibebaskan dari penahanan Israel.
- Keluarga masih memantau proses kepulangan Herman ke Indonesia.
- Kabar pembebasan diterima keluarga pada Kamis sore.
- Herman sebelumnya mengikuti misi bantuan kemanusiaan menuju Gaza bersama Global Sumud Flotilla 2.0.
Ponorogo (beritajatim.com) – Kabar melegakan akhirnya diterima keluarga Herman Budianto, relawan kemanusiaan asal Ponorogo yang sebelumnya ditahan militer Israel saat mengikuti misi bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Setelah beberapa hari penuh kecemasan, pihak keluarga di Ponorogo mendapat informasi bahwa Herman bersama sejumlah warga negara Indonesia (WNI) lainnya telah dibebaskan.
Informasi tersebut pertama kali diterima keluarga pada Kamis (21/5/2026) sore setelah salat Asar.
Meski begitu, pihak keluarga hingga kini masih terus memantau proses kepulangan Herman ke Indonesia karena kondisi para relawan disebut membutuhkan pemulihan kesehatan usai penahanan.
“Iya sudah dibebaskan. Cuma ini proses perpulangannya masih mantau,” kata adik Herman Budianto, Diah Puspasari, Jumat (22/5/2026).
Diah mengaku kabar pembebasan tersebut menjadi momen yang sangat melegakan bagi keluarga.
Sebab sejak kabar penahanan mencuat, keluarga terus dihantui rasa cemas karena tidak dapat berkomunikasi langsung dengan Herman.
Menurutnya, kabar pertama mengenai pembebasan Herman diterima dari istri Herman yang selama ini aktif memantau perkembangan situasi para relawan melalui grup WhatsApp.
“Dapat kabar pertama dari istri Herman. Karena yang masuk grup. Yang mantau terus istrinya,” ungkapnya.
Meski lega mendengar Herman telah dibebaskan, keluarga masih menyimpan kekhawatiran terkait kondisi kesehatan para relawan.
Pasalnya, beredar informasi bahwa sejumlah relawan mengalami perlakuan tidak baik selama penahanan hingga harus menjalani perawatan medis setelah dibebaskan.
Keluarga berharap Herman dan relawan lainnya segera pulih dan dapat kembali ke Indonesia dalam kondisi selamat.
“Kini rasanya ya plong, lega,” kata Diah.
Ia juga berharap seluruh relawan yang masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan.
“Berdoa saja yang butuh perawatan di RS cepat sembuh. Kakak mudah-mudahan sehat dan lancar,” katanya.
Sebelumnya, Herman Budianto diketahui tergabung dalam rombongan Global Sumud Flotilla 2.0, koalisi masyarakat sipil internasional yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.
Misi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap warga Palestina yang hingga kini masih berada di tengah konflik berkepanjangan.
Kabar penahanan Herman sempat membuat keluarga di Ponorogo terpukul, terlebih komunikasi terputus setelah kapal yang ditumpangi para relawan dihentikan Pasukan Pertahanan Israel (IOF) di perairan internasional.
Sebelum dinyatakan ditahan, Herman juga sempat melakukan siaran langsung melalui media sosial yang memperlihatkan situasi di atas kapal bantuan kemanusiaan tersebut. [end/beq]






