Pasuruan (beritajatim.com) – Gelombang keprihatinan publik terus mengalir deras menyusul terjadinya tragedi kecelakaan beruntun yang merenggut korban jiwa di jalur penghubung Surabaya-Malang awal pekan ini.
Langkah taktis kini mendesak dilakukan oleh jajaran pemangku kebijakan agar titik persimpangan jalan tersebut tidak terus-menerus menjadi lokasi pencabut nyawa bagi para pengguna jalan.
Sinergi regulasi antar-instansi dinilai menjadi kunci utama untuk merumuskan formula mitigasi risiko yang efektif guna menekan tingkat fatalitas kecelakaan di jalur cepat. Pihak legislatif berkomitmen penuh memberikan pengawalan dari segi anggaran demi merealisasikan perbaikan fasilitas keselamatan publik di kawasan rawan tersebut.
“Atas nama DPRD Kabupaten Pasuruan, kami menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di perempatan Patung Sapi Pandaan pada Selasa(7/7) kemarin yang mengakibatkan banyak korban. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan para korban yang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, Rabu (8/7).
Dirinya menegaskan bahwa peristiwa kelam yang melibatkan truk kontainer tersebut harus segera disikapi secara serius melalui tindakan nyata di lapangan. Pasalnya kecelakaan yang terjadi di perempatan tersebut sering terulang dan selalu memakan korban.
Kondisi geometris jalan yang menurun tajam sebelum memasuki area lampu pengatur lalu lintas disinyalir menjadi faktor pemicu tingginya potensi kegagalan pengereman bagi kendaraan berat. Oleh karena itu, audit kelayakan jalan berskala besar perlu dilakukan secara ilmiah agar pemerintah tidak salah dalam mengambil langkah proteksi.
Dewan mendorong eksekutif untuk segera duduk bersama jajaran kepolisian dan pengelola jalan nasional guna mematangkan konsep rekayasa arus lalu lintas yang baru. Beberapa opsi seperti pemasangan jalur penyelamat darurat serta penataan ulang durasi lampu APILL dinilai dapat menjadi alternatif solusi jangka pendek.
“Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak karena perempatan Patung Sapi Pandaan bukan kali pertama menjadi lokasi kecelakaan. Artinya, sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema lalu lintas di kawasan tersebut agar tidak terus memakan korban,” tambah Samsul.
Pihaknya mendesak pengadaan rambu peringatan tambahan serta marka kejut (rumble strip) diperbanyak di sepanjang jalur turunan sebelum persimpangan.
Keterlibatan aktif tim dinas perhubungan juga sangat diperlukan untuk memperketat pengawasan terhadap kelaikan operasional truk-truk muatan besar yang melintas setiap harinya. Langkah preventif ini krusial dijalankan demi memastikan semua armada angkutan barang dalam kondisi prima dan tidak membahayakan pengendara lain.
Keselamatan seluruh warga masyarakat Kabupaten Pasuruan saat berkendara harus diposisikan sebagai prioritas tertinggi di atas kepentingan sektor komersial lainnya. Melalui momentum evaluasi total ini, kawasan bypass Pandaan diharapkan dapat bertransformasi menjadi jalur transportasi yang aman, tertib, dan bebas dari ancaman kecelakaan menonjol. (ada/ian)






